Sabtu, 01 Agustus 2009
Meniti Karir Kedua: Beberapa Alternatif Usaha Saat Karir Kedua
7a SMP Taruna Bakti
(maaf baru copy paste belum pake karangan sendiri
BEKERJA SETELAH PENSIUN
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah [62]:10)
Dalam Islam tidak mengenal istilah pensiun. Yang ada adalah istirahat karena lelah. Manusia selalu dituntut untuk bekerja dan beramal saleh selama hayat masih dikandung badan. Bekerja di sini tidak selalu didefinisikan bekerja di perusahaan atau perkantoran. Artinya walaupun sudah tidak bekerja diperusahaan atau perkantoran, tapi ada pekerjaan lain untuk mengisi waktu hidupnya. Masih banyak alternatif pekerjaan yang bisa dilakukan dan itu masih sangat bermanfaat untuk memulai Karir Kedua.
Mau Bekerja Setelah Pensiun
Banyak pensiunan yang tidak tahu harus bekerja apa setelah pensiun. Poin-poin di bawah ini mungkin berguna untuk membantu membuka wawasan, sehingga para pensiunan tidak lagi bingung dengan apa yang harus dikerjakan setelah pensiun:
1. Umumnya orang merasa tak berguna jika tak ada sesuatu dikerjakan. Perasaan tak berguna ini menimbulkan perasaan ditolak masyarakat, tidak dikehendaki dan kondisi-kondisi ini dapat menimbulkan penyakit-penyakit organis. Karena itu, kenalilah diri sendiri, apa tujuan hidup ini, dan bagaimana menjadi hidup bermakna. Kalau hal itu sudah ditemukan peraasaan tidak berguna menjadi sirna. Hidupnya menjadi tenang, tentram, dan damai. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Barang siapa mengetahui dirinya, maka ia mengetahui Tuhannya,” (HR. Muslim). Karena memang manusia diciptakan untuk beribadah kepada Tuhan.
2. Kalau kita punya hobi keadaan di atas bisa diatasi. Apalagi kita memerlukan penghasilan atau uang, maka hobi tersebut bisa dikomersialkan, menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi atau hobbiology. Tentunya bukan yang dilarang agama.
3. Perhatikan profesi atau pengalaman kerja, mungkin saja pekerjaan itu sesuatu yang masih langka, sehingga setelah pensiun bisa disumbangkan atau masih diperlukan masyarakat. Misalnya, mantan manajer keuangan bisa menjadi konsultan keuangan atau jadi bendahara suatu yayasan.
4. Kalau kita mati bukan saja mewariskan harta untuk keluarga yang ditinggalkan, tapi dapat pula mewariskan ilmu, ketrampilan dan pengalaman kita pada generasi penerus. Selain sebagai warisan yang tak ternilai, juga menjadi “investasi” akhirat. Sebagai mana hadis Rasulullah: “Jika mati anak adam terputuslah segala amalannya, kecuali tiga perkara: amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim)
5. Berhasil atau tidaknya pekerjaan setelah pensiun, sangat tergantung kepada berbagai faktor, antara lain, kategori mana atau usaha apa yang akan dikerjakan, persiapan dan sikap-sikap apa yang telah dimiliki (niat yang sungguh-sungguh) serta hobi apa saja yang telah kita kembangkan, dsb. Pentingnya niat ini diungkapkan dalam hadis Rasulullah: “Sesungguhnya amal-amal perbuatan tergantung niatnya, dan bagi tiap orang apa yang diniatinya. Barang siapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa hijrah untuk meraih kesenangan dunia dan menikahi wanita, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia hijrahi,” (HR. Bukhari).
6. Pada umur 55 tahun manusia punya pengetahuan, pengalaman, serta berkontribusi untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Rasulullah pernah bersabda: “Seorang sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, yang bagaimanakah orang yang baik itu?’ Nabi Saw menjawab, ‘Yang panjang usianya dan baik amal perbuatannya.’ Dia bertanya lagi, ‘Dan yang bagaimanakah orang yang paling buruk (jahat)?’ Nabi Saw menjawab, ‘Adalah orang yang paling panjang usianya dan jelek amal perbuatannya’,” (HR.At-Thabrani dan Abu Nu’aim).
7. Semuanya tergantung keputusan diri kita, apakah: Bekerja untuk orang lain: fulltime atau part time, Bekerja untuk orang/badan lain, apakah dapat bayaran atau sekedar “amal” (relawan), Bekerja untuk diri sendiri.
Empat Pilihan Kerja Bagi Pensiunan
Seorang karyawan atau pegawai perusahaan di Indonesia akan memasuki pensiun ketika berusia 55 tahun atau 48 tahun untuk tamtama ABRI. Usia tersebut sebetulnya masih tergolong muda. Bandingkan dengan di luar negeri yang pensiunnya pada usia 65 tahun. Selain masih muda dan bertenaga, pada usia itu juga banyak karyawan atau pegawai punya anak yang memerlukan biaya. Karena itu, bekerja lagi menjadi sesuatu yang tak bisa ditawar-tawar lagi, “wajib”, untuk memenuhi kebutuhan keluarga, karena penghasilan saat masih aktif akan turun sampai 50%. Bekerja atau menjalani karir kedua saat pensiun, sebetulnya sangat positif baik untuk dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat. Islam sendiri menuntut kita untuk selalu bekerja, berbuat baik, dan beramal saleh di dunia. Tidak mengenal batasan waktu. Karenanya, menganggur itu termasuk perbuatan berdosa. Dalam hadis Rasulullah diungkapkan, “Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan trampil. Barang siapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah azza wajilla,” (HR. Ahmad).
Di bawah ini ada empat pilihan kerja alternatif bagi pensiunan yang ingin memulai karir kedua:
* Bekerja Full time. Kerja full time menjadi pilihan bila keadaan ekonomi atau keuangan Anda kekurangan. Banyak tanggungan yang masih belum lepas harus dipenuhi kebutuhannya, atau karena tak punya hobi atau tidak ada financial planning, dan lain-lain. Sehingga Anda harus kerja keras seperti biasa, full time.
* Bekerja “part time”. Kerja part time menjadi pilihan kalau Anda perlu uang tambahan, penghasilan setelah pensiun lebih rendah dibanding ketika masih aktif, dan anda tidak mau kerja keras seperti waktu masih muda.
* Wiraswasta (self employed). Kalau Anda punya persediaan uang cukup untuk modal usaha, berwirausaha (self employed) menjadi alternatif yang perlu dicoba. Mulai dari usaha untuk “diri sendiri” yang kurang berisiko seperti menjadi konsultan sampai yang membutuhkan modal (investment business), baik dengan modal sendiri maupun pinjaman dari bank. Namun, usaha yang menggunakan modal harus persiapan yang matang, tidak bisa coba-coba dulu. Kecuali coba-coba atau nyambinya waktu masih dalam Karir Pertama. Sebab, pada masa lansia ini agak sulit untuk latihan usaha dengan coba-coba, jadi segalanya harus direncanakan jauh-jauh hari sebelum pensiun.
* Bersenang-senang menikmati masa pensiun. Hal ini kalau Anda termasuk orang yang beruntung. Kondisi keuangannya sangat baik, sehingga tak perlu lagi tambahan penghasilan setelah pensiun. Walau demikian, menikmati masa pensiun tentunya bukan hanya dengan makan dan tidur saja. Sebaiknya tugas “routine” harus ada, apakah kerja sosial karena amal, karena manusia yang baik adalah bermanfaatnya bagi orang lain dan masyarakat.
Bekerja “Full Time” Seperti Waktu Muda
Karena alasan ekonomi ataupun alasan lain, banyak orang yang tetap memutuskan untuk berusaha bekerja full time setelah pensiun. Ini tidak menjadi masalah karena usia pensiun di Indonesia tergolong muda (55 tahun atau kurang), dan pada usia itu masih banyak yang fit. Apalagi untuk profesi-profesi yang betul-betul dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan. Ini jelas saling menguntungkan, baik bagi perusahaan maupun orang yang pensiun. Biasanya perusahaan yang masih tetap mempekerjakan orang yang telah pensiun beralasan:
* Perpanjangan dinas. Alasannya perusahaan belum punya penggantinya (walau sebenarnya ini praktik buruk tidak mendidik) baik dari dalam maupun dari luar. Mereka yang telah pensiun tapi tenaganya masih dibutuhkan biasanya sebagai advisor, specialist atau staff ahli “consultant” dan jabatan aktif (established job).
* Ada juga alasan manajemen, karena merasa “kasihan” . jadi mempekerjakan lagi untuk menolong yang bersangkutan, meskipun penggantinya sudah siap. Ini sebetulnya kurang baik, karena akan menimbulkan frustasi karyawan lain yang menunggu :kosong kursi” tersebut.
* Kerja full time dengan perusahaan atau organisasi lain cukup sulit, karena perusahaan lain menginginkan tenaga muda. Kecuali jika bekerja pada organisasi sosial sebagai relawan (volunteer).
Tapi kadang-kadang ada perusahaan-perusahaan kecil yang akan mendapatkan manfaat jika mempekerjakan pensiunan-pensiunan yang mempunyai keahlian tertentu dan berpengalaman.
Bekerja “Part Time” Sesuatu Yang Ideal
1. Kalau seorang pensiunan memutuskan kerja part time, berarti ia ingin uang, gaji dan penghasilan tambahan, atau ingin waktu yang fleksibel. Tidak ketat seperti masa aktif dulu. Selain itu, karena kondisi sudah menurun, sehingga ingin bekerja agak santai.
2. Kerja part time atau paruh waktu ini bisa diatur waktunya sesuai keinginan kita. Disamping itu, kalau bekerja part time kurang mendapatkan “resistance’ dari karyawan yang ada di dalam, sehingga bisa bekerja lebih tenang.
3. Bila kerja part time dengan perusahaan lama, perusahaan dan pensiunan sama-sama untung, karena sudah saling mengenal. Fasilitas atau lowongan kerja “part time” maupun “full time” kebanyakan merupakan gift (hadiah) pada golongan senior yang, tentu saja, merupakan sumber iri hati bagi yang junior, karena tidak mendapatkan “hadiah” ini.
4. Kerja part time dengan perusahaan lain. Kerja “part time” dengan perusahaan yang baru memang masih jarang, tapi bisa terjadi sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut, yang memerlukan tenaga-tenaga berpengalaman yang hanya sewaktu-waktu saja.
5. Bekerja “full time” itu bisa berbentuk 6 hari kerja atau 40 jam seminggu, maka yang disebut kerja “part time” atau “paruh waktu” bisa dalam bentuk tiga hari penuh dalam seminggu, 6 hari tapi hanya ½ hari kerja atau dalam seminggu hanya 20 jam kerja, 2 hari satu mingu, tiga hari dalam satu minggu, dan lain-lain. Jadi sangat fleksibel sesuai keinginan dan kesepakatan kedua pihak.
Kebetulan saya sendiri pernah menjalani bentuk-bentuk kerja seperti di atas, dan diperpanjang setelah pensiun di perusahaan lama sebagai konsultan di Jakarta, dua hari seminggu. Tiga hari tiap dua minggu sebagai konsultan di Pulau Batam, dua tahun full time sebagai konsultan di Jakarta, dan bentuk lainnya yang disesuaikan.
Jadi Wiraswasta (self employed), Banyak Peluang
a. Pulang kampung, kembali ke desa, dan transmigasi. Dulu banyak pensiunan “pulang kampung” untuk menikmati hari tua yang serba murah, menikmati udara bersih pedesaan. Tapi sering kali menjadi problem, misalnya banyak yang tak kenal lagi atau anak-anak yang tak setuju. Pulang kampung perlu persiapan mental, karena sudah terbiasa tinggal di kota. Namun, dengan adanya sarana seperti listrik dan telekomunikasi?HP bisa memudahkan dalam menjalani kehidupan. Tinggal persiapan-persiapan matang dalam mengatur program “routine”.
Kalau mau usaha agribisnis, apalagi dengan program ekspor non-migas yang kurang dikembangkan, dirangsang, atau dibina oleh Pemerintah Indonesia yang kaya dan punya peluang besar, tentunya pulang kampung, kembali ke desa, seperti Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan, dan Papua menjadi pilihan ideal, karena di sana tanah jauh lebih murah dari kota atau Pulau Jawa yang super padat.
b. Buka small business. Di kota besar banyak berbagai usaha kecil-kecilan yang dilakukan di rumah. Misalnya, katering, maintenance service, accountancy service, terjemahan, dan lain-lain.
c. Buka small industry. Small industry ataupun Home industry sangat dirangsang pemerintah karena berarti membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Berbagai kredit dan penyuluhan biasanya disediakan, tapi ingat apakah kita punya latar belakang hobi atau pengetahuan atas bidang tertentu, sehingga menjadi spesialis. Membuka small industry perlu overview, wawasan ke depan, soal produksi, keuangan, pemasaran, pembelian, dan lain-lain.
d. Jadi konsultan. Konsultan di Indonesia banyak yang diperlukan. Apakah itu bidang “teknikal” atau “manajemen” tapi si calon harus punya keseimbangan antara academic acievements (kemampuan akademis) dan pengalaman praktis.
Calon konsultan bukan “Jack of all trades”. Tapi harus memiliki visi yang luas dan pengetahuan yang mendalam dalam bidang-bidang yang spesialis agar dapat menyelesaikan problem-problem bisnis yang makin rumit.
e. Kalau ingin tahu komoditi non-migas yang baik pasarannya (untuk ekspor), harap konsultasi dengan Departemen Perdagangan, juga kita harus tahu barang impor apa (tentang pangan) yang kita bisa produksi ini sangat banyak dan “memalukan” yang tiap tahun berkembang terus dan makin banyak produk Indonesia yang dibutuhkan di luar negeri.
Bekerja untuk “Amal” Sebagai Relawan
Selain untuk uang, manusia juga bekerja “karena Allah” semata-mata untuk amal dalam mengisi waktu hidupnya. Dengan amalnya tersebut masyarakat bisa mengambil manfaat. Namun, bila seseorang bekerja untuk amal atau sebagai relawan memerlukan “complete reorientation” dari hidupnya untuk menyesuaikan masa pensiunnya. Ia perlu memikirkan dan menentukan kegiatan apa yang bisa bermanfaat bagi masyarakat, seperti:
1. Dalam mengisi masa pensiun anda bisa melakukan kegiatan-kegiatan philantropis (kedermawanan sosial) aktif di lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, lembaga keagamaan, dan organisasi-organisasi sosial lain banyak memerlukan tenaga-tenaga relawan untuk pengabdian ini.
2. Kegiatan-kegiatan profesional. Lembaga-lembaga profesional juga akan dengan hati menyambut mereka yang mau jadi relawan. Di Kanada misalnya, para pensiunan banyak mengabdikan dirinya di luar negeri sesuai dengan profesinya. Saat di Pangkalan Brandan (1978), saya pernah mendapatkan bantuan dari relawan Kanada sebagai guru bahasa Inggris.
3. Kegiatan-kegiatan akademisi. Mereka yang ingin jadi pengajar relawan di perguruan tinggi atau lembaga pendidikan akan disambut dengan baik, demi mewariskan pengalaman kita pada generasi muda. Tapi tentunya, mereka yang ingin berkecimpung sebagai relawan dalam bidang ini harus memiliki persyaratan-persyaratan akademis yang memadai. Seorang profesional (spesialis maupun manajerial) yang ingin pulang ke kampus, semestinya disambut dengan gembira karena para tenaga pengajar di Indonesia umumnya hanya “pengalaman mengajar” sejak diwisuda dan jarang yang berpengalaman di masyarakat/industri.
Bila dijalani dengan kesadaran dan keikhlasan, menjadi relawan sangat mengasyikkan dan menyenangkan. Selain bisa mengamalkan ilmu, kita bisa mengisi sisa hidup ini dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan kitapun bisa bersosialisasi dengan generasi penerus. Ada kepuasan dan kebahagiaan tersendiri kalau menjalankannya penuh dengan kesadaran dan keikhlasan. Banyak hikmah yang dapat dipetik dari bekerja sebagai relawan. Selain itu, bekerja sebagai relawan juga bisa mendatangkan uang atau honor yang lumayan untuk biaya beli bensin (ongkos transport).
Menjadi relawan di lembaga sosial akan menambah ‘jam terbang” kita sebagai penceramah dan nara sumber. Jika yang mengundangnya perusahaan besar, sebagai profesional, tentu saja pengalaman-pengalaman sebagai relawan di LSM/NGO akan menambah bobot kita. Bekerja sebagai relawan saya sering sebut “Beribadah gaya Siti Hajar”, yatitu bekerja atau beribadah di suatu lembaga, tapi rezekinya diperoleh dari tempat lain.
Usaha Manusia Dalam Memenuhi Kebutuhan Hidupnya oleh Maghfira Ramadhanti 7A
Kelas : 7A
Usaha Manusia Dalam Memenuhi Kebutuhan Hidupnya
I.MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL
Manusia adalah makhluk social yang hidup bermasyarakat (zoon politicon). Keutuhan manusia akan tercapai apabila manusia sanggup menyelaraskan perannya sebagai makhluk ekonomi dan social. Sebagai makhluk sisoal (homo socialis), manusia tidak hanya mengandalkan kekuatannya sendiri, tetapi membutuhkan manusia lain dalam beberapa hal tertentu. Misalnya, dalam lingkungan manusia terkecil yaitu keluarga. Dalam keluarga, seorang bayi membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya agae dapat tumbuh dan berkembang secara baik dan sehat.
II.MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK EKONOMI
Adam Smith (1729-1790) yang dikenal sebagai Bapak Ilmu Ekonomi Dunia, dalam bukunya An Inquiry into The Nature and Causes of the Wealth of Nation (1776), menyatakan bahwa manusia adalah homo economicus. Artinya manusia adalah makhluk ekonomi yang cenderung tidak pernah merasa puas dengan apa yang tealh diperolehnya dan senantiasa berusaha terus menerus memenuhi kebutuhannya. Manusia selalu berusaha mengejar kemakmuran untuk dirinya sendiri. Para individu akan saling bersaing mengejar kepentingannya masing-masing. Paparan yang dikemukakan oleh Adam Smith tersebut merupakan konsep dasar bahwa manusia adalah homo economicus. Dalam kamus ekonomi (Collin, 1999:178), manusia atau seseorang yang selalu bertindak secara rasional dalam mencapai tujuannya dan kemudian mengambil keputusan yang konsisten dengan tujuan tersebut. Jika ia seorang produsen atau pengusaha yang mempunyai sifat manusia ekonomi, ia akan senantiasa berusaha untuk memaksimalkan keuntungan yang akan diperolehnya dengan cara menentukan harga jual dan jumlah produksi yang sesuai. Jika ia seoarang konsumen yang mempunyai sifat manusia ekonomi, ia akan senantiasa berusaha untuk memaksimalkan keguanaan dan kepuasannya dengna cara yang menentukan pembelian barangdan jasa menurut seleranya dengan harga yang murah
III.CONTOH-CONTOH CARA MANUSIA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHANNYA
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia melakukan usaha-usaha ekonomi/ pekerjaan. Berikut contoh-contohnya
A. Buruh
Buruh pada dasarnya adalah manusia yang menggunakan tenaga dan kemampuannya untuk mendapatkan balasan berupa pendapatan baik secara jasmani maupun rohani.
Pada dasarnya buruh dibagi atas 2 klasifikasi besar:
• Buruh profesional - biasa disebut buruh kerah putih, menggunakan tenaga otak dalam bekerja
• Buruh kasar - biasa disebut buruh kerah biru, menggunakan tenaga otot dalam bekerja
Buruh pada dasarnya hanya menunjuk kepada tenaga kerja di bidang industri dan jasa. Di bidang pertanian, tenaga kerja tidak lazim disebut sebagai buruh.
Organisasi Buruh
• ILO - International Labour Organization
• SPSI - Serikat Pekerja Seluruh Indonesia
• SPN - Serikat Pekerja Nasional
• FSBI - Federasi Serikat Buruh Independen
• GASBIINDO - Gabungan Serikat-serikat Buruh Islam Indonesia
• KASBI - Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia
• FSPMI - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia
B. Pemulung
Pemulung adalah orang yang memungut barang-barang bekas atau sampah tertentu untuk proses daur ulang. Biasanya para pemulung berasal dari keluarga tidak berkecukupan dan tidak memiliki pendidikan tinggi. Karena tidak tahu harus berbuat apa untuk memenuhi kebutuhan hidup kelarga dan dirinya sendiri, profesi sebagai pemulung dipilih. Pekerjaan pemulung dianggap memiliki konotasi negatif. Seringkali orang-orang menganggap rendah pemulung. Padahal, pemulung sangat berjasa dalam memunguti sampah di sekitar. Jika tidak ada pemulung, kota kan semakin kotor, dan tidak akan ada seorangpun yang peduli. Benda yang kita anggap sampah sangat berarti bagi pemulung. Oleh karena itu, kita tidak boleh merendahkan profesi ini.
C. Pengemis di Jakarta
Berapa kali sehari Anda melihat pengemis di Jakarta? Dari pagi sampai malam mereka beroperasi. Di perempatan jalan, di sepanjang jalan yang macet, di atas angkutan umum, di seputar tempat ibadah. Nampaknya mengemis sekarang memang sudah dijadikan sebagai profesi. Contohnya adalah seorang ibu yang selalu duduk di bawah kolong jembatan Slipi ini. Di pagi hari dia bersama seorang bayi duduk di trotoar.
Dia sama sekali tidak menghiraukan asap yang keluar dari knalpot mobil dan motor. Jelaga itu pasti memenuhi hidung dan paru-parunya. Ya, begitulah. Dia rela duduk berjam-jam di situ. Sesekali dia menengadahkan tangannya, mengiba kepada para pengendara mobil dan motor untuk memberinya sedekah. Tapi, awas lho. Pemda DKI kemungkinan besar akan melarang orang untuk menjadi pengemis dan memberi uang kepada pengemis. Ancaman hukumannya tidak main-main. Pengemis dan warga yang memberi uang ke pengemis terancam denda Rp 100.000 sampai Rp 20 juta atau kurungan dua bulan.
Memang, berulang kali media massa melaporkan tentang adanya mafia pengemis. Mereka adalah orang-orang yang mengorganisir pengemis untuk beroperasi di jalanan. Mereka juga seringkali menyewakan bayi untuk diajak mengemis. Ini bukan barang baru. Orang-orang seperti inilah yang seharusnya diberantas.
Lalu, apakah kita sebaiknya tidak memberi kepada pengemis? Saya tidak tahu jawaban pastinya. Saya sendiri sangat selektif jika akan memberi kepada pengemis. Pengemis yang masih segar bugar tentu saja tidak akan saya beri. Mereka hanyalah pemalas saja. Pengemis yang membawa bayi juga tidak saya beri. Besar kemungkinanannya mereka juga bagian dari mafia pengemis Jakarta.
Sebenarnya akan lebih aman seandainya sedekah kita disalurkan kepada tetangga kanan kiri kita yang benar-benar kita kenal dan benar-benar membutuhkan. Kita pasti tahu siapa mereka dan kekurangan yang mereka butuhkan. Bisa juga sedekah disalurkan melalui tempat ibadah masing-masing. Bisa di masjid atau gereja.
Jika rancangan peraturan daerah itu benar-benar diberlakukan, artinya para pengemis itu bisa menuntut lapangan kerja ke Pemda DKI. Selama lapangan kerja tidak terpenuhi, selama itu pula pengemis ada di jalanan. Selama ada orang yang malas, selama itu pula ada pengemis di jalanan. Untuk membatasi jumlah mereka selektiflah dalam meberi sedekah. Dan, kepada pemerintah, sediakanlah lapangan kerja yang banyak.
Macam-macam Usaha Manusia Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidupnya
Kelas :7A
Smp Taruna bakti
Setiap manusia pasti ingin memenuhi kebutuhan hidupnya . Kebutuhan manusia sangat banyak . Dari yang primer hingga yang sekunder . Sebagian orang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya , namun sebagian orang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya . AKan Semua orang berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya itu . Mereka berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya itu dengan bekerja .Tapi sebagian orang bekerja dengan menghalalkan segala cara .
Macam- usaha usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya :
1.Pegawai swasta
Pegawai swasta adalah orang yang bekerja pada orang lain atau pada suatu perusahaan untuk mendapatkan upah . Contohnya
- supir yang bekerja pada majikan atau pada suatu perusahaan .
- guru yang bekerja pada sekolah swasta .
2.Pegawai negeri
Pegawai negeri adalah orang yang bekerja pada pemerintah dan mendapatkan upah dari negara . Contohnya :
- guru yang bekerja di sekolah negeri .
- tentara
- polisi
3.Wiraswasta
Wiraswasta adalah orang yang membuka usaha sendiri tanpa mendapatkan upah dari orang lain bahkan dapat membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain atau biasa disebut sebagai pengusaha. Terdapat pengusaha kecil dan pengusaha besar .
a.Pengusaha kecil contohnya :
- pedagang kaki lima.
- pedagang di pasar .
- pedagang kios .
- pemilik hotel
- pemilik restoran
- pemilik pom bensin
- pemilik rumah sakit
Profesional adalah orang yang melakukan pekerjaan berdasarkan keahlian khusus . Contohnya :
- pengacara .
- notaris .
- akuntan .
- dokter .
- konsultan .
Contoh-Contoh Usaha Manusia Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup
Vayu , 7a / 38
Manusia berupaya memenuhi kebutuhan hidupnya agar bisa tetap bisa bertahan hidup. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya tersebut, manusia tidak hanya berusaha sendiri. Manusia membutuhkan bantuan orang lain, karena hal inilah manusia disebut makhluk sosial. Manusia tidak dapat bertahan hidup sendiri, butuh bantuan orang lain. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia harus bekerja. Melakukan suatu pekerjaan yang daat dihargai dan bisa menghasilkan uang. Uang digunakan manusia untuk membeli segala kebutuhan manusia, yakni : sandang, pangan, papan, dan kebutuhan tambahan.
Contoh-contoh pekerjaan manusia :
Guru :
Guru adalah seorang yang berperan penting dalam pendidikan. Guru ada orang yang memberikan motivasi tinggi kepada murid-muridnya, orang yang berjasa dalam memberikan pelajaran dalam bentuk apapun. Guru adalah orang yang mendapat julukan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Supir :
Supir ada seseorang yang bekerja dalam bidang jasa mengemudkan kendaraan. Orang yang membantu meringankan pekerjaan orang lain. Orang yang biasanya disebut supir adalah orang bekerja pada seseorang atau perusahaan. Contoh : supir taksi, angkot dll
Dokter :
Dokter adalah orang yang bekerja membantu orang lain dalam bidang kesehatan. Dokter biasanya bekerja di rumah sakit atau di tempat praktek-praktek lainnya. Ada juga dokter yang bekerja di Posyandu
Orang tidak hanya bekerja sendiri. Orang yang menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri disebut wiraswasta. Orang yang bekerja pada orang lain disebut karyawan/karyawati
usaha manusia memenuhi kebutuhan
Kelas:7A
Usaha Manusia Memenuhi Kebutuhan Hidup

A. Manusia: Makhluk Sosial dan Ekonomi yang Bermoral
Setiap manusia pasti mempunyai keinginan. Keinginan manusia itu tidak terbatas. Satu keinginan dipenuhi, muncul keinginan berikutnya. Demikian seterusnya. Kita harus memilih mana keinginan kita yang betul-betul diperlukan. Itulah yang dimaksudkan dengan kebutuhan. Jadi, kebutuhan ialah sesuatu yang harus dimiliki agar dapat bertahan hidup. Kebutuhan manusia antara lain makanan, pakaian, perumahan, kesehatan, dan kebutuhan akan orang lain. Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia berhubungan dengan orang lain dan memerhatikan keterbatasan sumber daya.
1. Manusia sebagai Makhluk Sosial
Jika ada orang yang dapat hidup sendiri, dia akan mati dalam kesendiriannya. Manusia tidak dapat tidak pasti membutuhkan orang lain. Seumur hidupnya manusia pasti membutuhkan orang lain. Ketika dilahirkan, manusia sangat bergantung pada ibunya. Dalam hidup sehari-hari, dia berhubungan dengan orang lain. Ketika meninggal pun, dia membutuhkan orang lain untuk menguburkannya. Dilihat dari siklus hidupnya yang selalu berhubungan dengan dan membutuhkan orang lain, manusia dikategorikan sebagai makhluk sosial. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial (homo socialis). Sebagai makhluk sosial, manusia melakukan berbagai kegiatan, berinteraksi dengan sesama manusia dan lingkungannya. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan hidupnya dan berkembang. Mungkin saja ada orang yang dapat mencari makanannya sendiri, membuat pakaiannya sendiri, bahkan membuat rumahnya sendiri. Namun, bukan berarti dia tidak membutuhkan orang lain.
2. Manusia sebagai Makhluk Ekonomi
Setiap kebutuhan menuntut pemenuhan. Ketika haus, kita minum. Ketika lapar, kita makan. Kita akan berusaha memenuhi semua kebutuhan kita. Namun, dalam memenuhi kebutuhan itu, kita harus memerhatikan kemampuan kita. Misalnya, jika lapar dan uang kita pas-pasan, kita harus dapat mengaturnya sehingga mendapat makanan yang bergizi. Di sisi lain, jika kita punya banyak uang, belum tentu apa yang kita butuhkan tersedia di pasaran. Misalnya, jumlah penduduk Indonesia sangat banyak. Sebagian besar menggunakan minyak tanah untuk keperluan rumah tangga. Ingat bahwa minyak tanah merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Artinya, pada suatu saat, minyak tanah akan habis. Walaupun kita punya uang untuk membeli, tapi di pasaran tidak ada minyak tanah. Kebutuhan kita akan minyak tanah tidak terpenuhi. Kita harus mencari alternatif bahan bakar lainnya. Oleh sebab itu, kita harus bijaksana dalam memenuhi kebutuhan.
3. Perilaku Manusia dalam Pemanfaatan Sumber Daya
Kita telah belajar bahwa keinginan manusia itu tidak terbatas. Demikian pula kebutuhannya. Terpenuhi kebutuhan yang satu, muncul kebutuhan berikutnya. Padahal, untuk memenuhi kebutuhannya, manusia sangat bergantung pada kemampuan atau sumber daya yang ada. Ketika bayi, semua kebutuhan manusia dipenuhi oleh orang tuanya. Makin dewasa, manusia harus memenuhi kebutuhannya sendiri. Dia harus mencari makanan untuk makannya. Dia harus mencari pakaian untuk menutupi dirinya. Dia harus mencari rumah tempat berlindungnya. Dia akan melakukan berbagai cara agar kebutuhannya itu dapat dipenuhi. Dalam usahanya memenuhi kebutuhannya,manusia harus memerhatikan sumber daya yang dimiliki. Ada berbagai bentuk sumber daya, biasanya berupa barang atau jasa, misalnya tenaga, kendaraan, uang, pikiran, dan lain-lain. Sumber daya inilah yang merupakan alat pemuas kebutuhan manusia.
B. Prinsip dan Motif Ekonomi
Sebagai makhluk sosial, anak muda ini begitu memerhatikan lingkungan di mana dia tinggal. Sebagai makhluk ekonomi, dia berhitung dengan teliti untung rugi mendirikan suatu usaha. Ketika pada akhirnya dia memutuskan untuk mendirikan bengkel, dalam hal ini, dia telah melakukan tindakan ekonomi. Dia melakukan tindakan itu berdasarkan motif dan prinsip ekonomi. Pemilihan dan pengalokasian sumber daya harus dilakukan agar sumber daya tersebut dapat digunakan secara optimal. Bahkan kamu pun sering melakukan tindakan seperti itu.
1. Tindakan Ekonomi dalam Kegiatan Sehari-hari
Setiap kegiatan yang dilakukan, perorangan atau kelompok, masing-masing memiliki alasan atau motif tertentu dengan prinsip tertentu pula. Misalnya, temanmu Rixa diberi uang oleh orang tuanya. Digunakan untuk apa saja uang itu? Banyak pilihan penggunaan atau pengalokasian uang itu. Rixa dapat menggunakannya sesuai dengan kebutuhannya. Rixa mungkin akan menggunakan uang itu untuk ongkos naik angkot ke sekolah, jajan, beli alat tulis, menabung, dan lainnya. Ketika Rixa memutuskan untuk menggunakan uangnya untuk membeli buku tulis, misalnya, tentunya dia mempunyai alasan tertentu. Misalnya, daripada jajan, lebih baik beli buku tulis karena buku tulisnya habis. Rixa memutuskan untuk membeli buku karena dia membutuhkan buku tulis. Keputusannya untuk membeli buku ini adalah tindakan ekonomi.
2. Motif Ekonomi
Biasanya seseorang atau kelompok memiliki alasan atau keinginan atau dorongan tertentu dalam setiap keputusan penggunaan sumber daya. Alasan atau dorongan atau keinginan seseorang atau kelompok dalam penggunaan sumber daya ini merupakan motif ekonomi. Banyak alasan atau motif yang mendorong seseorang atau sekelompok orang melakukan tindakan pengalokasian sumber daya yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhannya. Bahkan, untuk sebuah kegiatan ekonomi yang sama, motif ekonomi seseorang dapat berbeda dengan motif orang lainnya.
a. Motif Memperoleh Keuntungan
b. Motif memenuhi kebutuhan sendiri
c. Motif memeperoleh penghargaan masyarakat
d. Motif membantu sesame manusia
e. Motif menjamin masa depan
3. Prinsip Ekonomi
Misalnya kamu diberikan uang secukupnya oleh orang tuamu untuk satu minggu sekaligus. Uang itu untuk ongkos, jajan, beli alat tulis, menabung, dan lain-lain. Kamu akan berusaha menggunakan uang itu dengan efisien sehingga cukup untuk satu minggu. Jika tidak demikian, uangmu dapat saja habis di hari ke-4. Pada hari ke-5 dan 6, kamu sudah tidak punya uang. Jika kamu berhasil menggunakan uang itu selama seminggu untuk memenuhi semua kebutuhanmu bahkan masih ada sisa untuk ditabung, kamu telah menerapkan prinsip ekonomi. Dengan uang yang sedikit, kamu mendapatkan banyak hal. Di samping memiliki motif ekonomi, pemilihan, penggunaan, atau pengalokasian sumber daya dalam memenuhi kebutuhan manusia juga memiliki prinsip ekonomi.
Lalu, apa prinsip ekonomi itu?
Prinsip ekonomi adalah usaha atau pertimbangan yang disertai pengorbanan sekecil-kecilnya untuk mencapai hasil tertentu. Atau sebaliknya, usaha atau pertimbangan yang disertai pengorbanan tertentu untuk mencapai hasil yang sebesarbesarnya. Dua hal penting yang harus diperhatikan dalam prinsip ekonomi ialah diketahuinya nilai pengorbanan yang diberikan dan hasil yang akan dicapai. Prinsip ekonomi ini menjadi landasan bertindak dalam mengambil keputusan penggunaan atau pengalokasian sumber daya agar dicapai hasil yang optimal. Intinya penggunaan atau pengalokasian sumber daya itu harus efisien. Dengan kata lain, efiensi itu pada dasarnya merupakan inti dari prinsip ekonomi.
Jumlah sumber daya terbatas, sedangkan jumlah kebutuhan manusia tidak terbatas. Artinya, kita harus dapat memilih dan menggunakan atau mengalokasikan sumber daya yang terbatas itu secara efisien. Dengan sumber daya tertentu, kita berusaha memperoleh hasil yang maksimal atau sebesar-besarnya. Sebaliknya, hasil tertentu berusaha dicapai dengan sumber daya yang minimal atau sekecil-kecilnya. Dengan melakukan prinsip ekonomi, setiap orang akan berpikir dan bertindak secara ekonomis. Dalam hal ini, prinsip ekonomi menghendaki penggunaan atau pengalokasian sumber daya secara efisien. Contoh: Untuk mencapai hasil tertentu, seorang produsen mebel berusaha memilih dan menggunakan bahan baku, tenaga kerja, dan sumber daya lainnya sekecil-kecilnya atau seminimal mungkin. Dengan semua modal yang seminimal mungkin itu, produsen mebel ini berusaha mencapai keuntungan tertentu. Tindakan produsen mebel ini sesuai dengan prinsip ekonomi yang menyatakan bahwa hasil tertentu berusaha dicapai dengan sumber daya sekecil-kecilnya atau minimal.
Dari contoh-contoh di atas, dapat dilihat bahwa jika suatu kebutuhan dapat dipenuhi dengan berbagai cara, orang akan memilih cara yang paling sedikit pengorbanannya. Itulah sebabnya timbul tawar-menarar. Tawar-menawar antara penjual dan pembeli merupakan salah satu bentuk penerapan prinsip ekonomi yang sering kamu temukan sehari-hari. Masih ingat skala prioritas? Dengan menerapkan skala prioritas, kita juga telah menerapkan prinsip ekonomi.
Lalu, apa manfaat kita mengetahui prinsip ekonomi?
Manfaat pengetahuan prinsip ekonomi dapat ditinjau dari tiga kepentingan, yaitu dari sudut pandang pembeli, penjual, dan produsen.
(1) Prinsip ekonomi bagi pembeli: dengan uang yang dia miliki, dia dapat mencapai tingkat kepuasan yang maksimal karena tepat dalam memilih tempat dan barang yang dibutuhkannya.
(2) Prinsip ekonomi bagi penjual: membeli barang dengan mutu terbaik dengan harga yang serendah-rendahnya untuk dijual kembali dengan harga tinggi yang rasional melalui pelayanan sebaik-baiknya. Menjual barang yang bermutu dengan harga tinggi tapi rasional adalah prinsip ekonomi seorang penjual.
(3) Prinsip ekonomi bagi produsen: memproduksi barang berkualitas baik yang laris di pasaran dengan biaya sekecil mungkin dan menjualnya sebanyak mungkin dengan harga yang paling menguntungkan.
Contoh-contoh pekerjaan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup:
- Petani
- Nelayan
- Arsitek
- Supir
- Direktur
- Dll.
Usaha - usaha Manusia Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidupnya
Oleh : Jessica Armelia Yusuf
Kelas : 7A
Manusia selalu membutuhkan dan bergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu, manusia disebut mahluk sosial (homosocius). Manusia perlu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup baik berupa sandang, pangan, papan, pendidikan, hiburan, dan lainnya. Kebutuhan manusia banyak dan beraneka ragam, bahkan tidak hanya beraneka ragam tetapi bertambah terus tidak ada habisnya. Satu kebutuhan telah Anda penuhi, tentu akan datang lagi kebutuhan yang lainnya. Dalam menjalani kehidupan, manusia membutuhkan berbagai jenis dan macam barang-barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Manusia sejak lahir hingga meninggal dunia tidak terlepas dari kebutuhan akan segala sesuatunya. Untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan diperlukan pengorbanan untuk mendapatkannya. Contoh kebutuhan manusia berdasarkan sifat adalah Kebutuhan Jasmani / Kebutuhan Fisik dan Kebutuhan Rohani / Kebutuhan Mental.
Berikut adalah contoh pekerjaan atau usaha – usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya :
1. Nelayan
Nelayan adalah istilah bagi orang-orang yang sehari-harinya bekerja menangkap ikan. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seorang nelayan pergi mencari ikan ke laut. Ikan hasil tangkapannya sebagian besar ia jual ke pasar sedangkan sebagian kecil dia gunakan untuk kebutuhan lauk pauk di rumah. Uangyang didapat dari penjualan ikan dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan lain misalnya beras, bahan bakar, dan kebutuhan sehari – hari lainnya. Nelayan pergi ke hutan mencari kayu untuk membuat rumah dan bahan bakar.
2. Petani
Petani adalah seseorang yang bergerak di bidang bisnis pertanian utamanya dengan cara melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman (seperti padi, bunga, buah dan lain lain), dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk di gunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain. Pada saat musim panen, sebagian besar petani selalu menjual hasil panennya ke pasar sedangkan sebagian kecilnya untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Selain memenuhi kebutuhannya terkadang hasil panennya dijadikan bibit agar ditanam kembali dan menjadi tanaman baru. Itu adalah salah satu usaha para petani.
3. Supir
Supir adalah seorang pengemudi profesional yang dibayar untuk mengemudi suatu kendaraan. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, setiap hari seorang supir harus mengemudi sebuah kendaraan sesuai dengan perintah majikannya. Supir dibagi dalam dua kelompok yaitu supir pribadi dan supir perusahaan yang bekerja untuk perusahaan angkutan penumpang umum seperti taksi, bus, ataupun angkutan barang. Supir angkutan umum membutuhkan persyaratan yang lebih kompleks karena menyangkut jumlah penumpang yang lebih banyak dan waktu mengemudi yang lebih panjang. Untuk itu persyaratan supir adalah:
- Surat Ijin Mengemudi Umum sesuai dengan golongan kendaraan yang digunakan.
- Waktu kerja dan istirahat
- Tata krama dalam memberikan pelayanan kepada penumpang
- Kesehatan yang prima.
Tentunya pekerjaan ini adalah usaha para supir untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tetapi, menjadi supir tentu ada resikonya. Salah satunya adalah kecelakaan lalu lintas.
4. Arsitektur
Arsitektur, adalah seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau ahli lingkungan binaan. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya seorang arsitek harus merancang bangunan atau rumah sesuai dengan permintaan konsumennya. Menjadi arsitek tidaklah gampang. Seorang arsitek harus mempunyai keterampilan dan kreativitas. Tidak semua orang bisa menjadi arsitek.
5. Polisi
Polisi adalah suatu pranata umum sipil yang mengatur tata tertib (orde) dan hukum.
Ada beberapa macam polisi contohnya adalah polisi lalu lintas, kriminal, narkoba, dan lainnya. Polisi lalu lintas biasanya menangani kejadian di sekitar lalu lintas misalnya mengatur jalur lalu lintas agar tidak macet. Polisi criminal tugasnya adalah menangani orang – orang yang terlibat kriminalitas misalnya pembunuhan, pengeboman, dan kriminalitas lainnya. Tentu menjadi polisi ada resikonya. Menjadi polisi adalah salah satu usaha yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
6. Buruh
Buruh pada dasarnya adalah manusia yang menggunakan tenaga dan kemampuannya untuk mendapatkan balasan berupa pendapatan baik secara jasmani maupun rohani. Pada dasarnya buruh dibagi atas 2 klasifikasi besar yaitu buruh professional dan buruh kasar. Buruh professional disebut juga buruh kerah putih biasanya menggunakan tenaga otak dalam bekerja sedangkan buruh kasar atau disebut juga buruh kerah biru menggunakan tenaga otot dalam bekerja.
7. Dokter
Dokter adalah seseorang yang karena keilmuannya berusaha menyembuhkan orang-orang yang sakit. Dokter yang menjadi tempat kontak pertama pasien dengan dokternya untuk menyelesaikan semua masalah kesehatan yang dihadapi tanpa memandang jenis penyakit, organologi, golongan usia, dan jenis kelamin, sedini dan sedapat mungkin, secara menyeluruh, paripurna, bersinambung, dan dalam koordinasi serta kolaborasi dengan profesional kesehatan lainnya, dengan menggunakan prinsip pelayanan yang efektif dan efisien serta menjunjung tinggi tanggung jawab profesional, hukum, etika dan moral. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seorang dokter harus menggunakan ilmunya untuk menyembuhkan orang – orang sakit. Uang yang dihasilkan akan ia gunakan unuk kebutuhan rumah tangganya serta kebutuhan pekerjaan contohnya membeli alat – alat kedokteran.
8. Kuli
Kuli berarti pekerja kasar yang memerlukan tenaga dalam mengerjakan tugasnya yang biasanya berat. Ada bermacam – macam jenis kuli diantaranya adalah kuli bangunan. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya seorang kuli bangunan harus bekerja keras membangun suatu rumah atau bangunan. Uang yang dihasilkan cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Tetapi menjadi kuli memerlukan tenaga yang cukup banyak dan memerlukan kesehatan jasmani maupun rohani. Tentunya menjadi kuli ada resikonya,. Salah satu resikonya adalah kecelakaan dalam membangun suatu bangunan.
Usaha – usaha tersebut merupakan beberapa contoh dari usaha – usaha manusia lainnya. Kesimpulannya adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seorang manusia butuh pengorbanan berupa bekerja agar semua kebutuhan hidupnya terpenuhi.