Nama: Rissa Zharfany
Kelas: 7A
Cara manusia memenuhi kebutuhan hidup
Manusia membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jenis-jenis profesi manusia dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup:
1. Pekerjaan menghasilkan barang:
A. Contohnya bidang pekerjaan yang menghasilkan barang; orang bekerja di pabrik mobil, bekerja di pabrik TV, bekerja di pabrik makanan.Contoh-contoh yang disebutkan, baru sebagian kecil jenis bidang pekerjaan yang dapat diamati. Selain itu masih banyak sekali jenis bidang pekerjaan yangBidang pekerjaan yang ada di lingkungan kita, dapat dikelompokan menjadi dua jenis; yaitu (1) bidang pekerjaan yang menghasilan produk barang, dan (2) bidang pekerjaan yang menghasilkan produk jasa. Bidang pekerjaan dapat dibedakan menjadi bidang formal dan informal. Bidang pekerjaan yang membutuhkan syarat pendidikan formal tertentu dan bekerja pada lembaga yang resmi seperti bank, kantor pemerintahan dan yang lainya disebut pekerjaan bidang formal. Sebaliknya pekerjaan yang tidak memerlukan persyaratan pendidikan formal serta tidak dinaungi lembaga yang resmi disebut bidang pekerjaan informasi.
2. Pekerjaan menghasilkan jasa:
A. Anda pasti tahu bahwa pada sektor perhubungan banyak diperlukan tenaga kerja pengemudi kendaraan antara lain disebut SOPIR, MASINIS, PILOT, NAKHODA, dan lain- lain. Bidang pekerjaan tersebut berperan penting bagi kelancaran angkutan baik barang, hewan maupun manusia. Apakah meraka itu tergolong tenaga formal atau informal, sebenarnya bergantung pada kondisi dimana mereka bekerja. Walaupun tugasnya sama yaitu sebagai pengemudi, Pilot termasuk pekerja formal sedangkan sopir angkot adalah pekerjaan infornmal. Mereka mempunyai kecakapan (skill) yang berbeda satu dengan yang lainnya, persyaratan menjadi pilot lebih sulit dan memerlukan pendidikan khusus, maka tidaklah heran bila pendapatan yang mereka terima berbeda.
B. Guru atau Dosen dapat disebut sebagai pekerja profesi karena bidang pekerjaannya di sektor pendidikan.Untuk melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, guru dan dosen harus memenuhi persyaratan khusus, misalnya harus mempunyai akta mengajar dan lulus perguruan tinggi. Akan tetapi ada pula orang yang bekerja di bidang pendidikan tetapi pekerjaannya bukan sebagai pendidik melainkan sebagai tata usaha atau bagian administrasi. Walaupun lulusan perguruan tinggi tetapi tidak memiliki akta mengajar maka orang tersebut tidak berhak mengajar layaknya guru atau dosen.Atau dengan kata lain, pekerjaan sebagai guru atau dosen harus mempunyai persyaratan kewe-nangan sehingga tidak dibenarkan untuk menjadi guru apabila belum memiliki kualifikasi sebagai guru.
C. Hakim dan Jaksa juga merupakan pekerjaan profesi bidang hukum. Untuk pelaksanaan tugasnya keduanya harus memiliki kewenangan. Sidang pengadilan dilaksanakan oleh orang yang telah diberi kewenangan sebagai hakim atau jaksa. Akan tetapi di lingkungan ini ada pula yang tugasnya di bagian administrasi sehingga orang tersebut sering disebut sebagai karyawan kehakiman atau kejaksaan yang tidak berhak untuk melaksanakan sidang perkara.
D. Dokter, Seseorang yang belajar di Fakultas kedokteran, setelah lulus tidak dapat langsung praktik pengobatan tetapi terlebih dahulu harus mengikuti praktik di rumah sakit selama waktu yang ditetapkan (biasa disebut co- as). Selanjutnya mengikuti ujian profesi dokter dan setelah lulus mendapat sertifikat/ijasah dan baru ditempatkan atau diizinkan untuk memberikan pelayanan jasa kesehatan kepada orang yang membutuhkan.
Minggu, 02 Agustus 2009
Usaha-usaha Manusia Untuk Memenuhi Kebutuhan
Nama :Arya Muhammad Akbar
Kelas/No :7A/8
Manusia memiliki 2 kebutuhan. Ada kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang wajib dipenuhi untuk kelangsungan hidup manusia, yaitu sandang, pangan, papan. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang tidak wajib dipenuhi, contohnya komputer, iPhone, dan televisi. Untuk memenuhinya kita butuh uang. Untuk mendapat uang, kita harus berusaha. Banyak pekerjaan yang unik. Contoh usaha-usahanya yang unik adalah sebagai berikut:- Pemain bola. Bermain bola adalah salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan hidup. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, pemain bola bermain di lapangan melawan tim lain. Semakin banyak gol yang dibuat pemain tersebut akan semakin populer. Semakin populer pemain tersebut, semakin banyak uang yang dia dapat untuk memenuhi kebutuhan.
- Pilot. Pilot memenuhi kebutuhan hidup dengan cara mengendarai pesawat. Mengendarai pilot jauh lebih susah dan menegangkan daripada mengendarai mobil atau motor. Hal itu dikarenakan tombol di pesawat jauh lebih banyak dan menegangkan karena kta membawa banyak manusia dalam pesawat. Karena sangat sulit, pilot dibantu oleh asistennya (co-pilot)
- Penyiar radio. Penyiar radio termasuk pekerjaan yang unik. Mereka siaran di satu tempat (studio), tetapi dapat didengarkan oleh semua orang. Walaupun tidak dapat dilihat oleh pendengar, tetapi dari radio, pun dapat memutar lagu, kuis, membicarakan obrolan yang masih hangat, dll. Penyiar radio pun harus pede dengan perkataannya dan jika siaran radionya khusus untuk remaja biasanya diikuti dengan canda tawa
- Astronot. Astronot adalah orang yang pergi ke luar bumi seperti ke bulan yang dilakukan oleh Neil Armstrong (orang/astronot pertama yang mendarat di bulan). Untuk dapat pergi ke bulan astronot harus memiliki roket. Untuk menjadi astronot kita harus mengikuti latihan yang sangat berat.
Usaha Manusia Memenuhi Kebutuhan Hidupnya
Nama: M.Nadhif Arsyad
Kelas : 7A
USAHA MANUSIA MEMENUHI KEBUTUHANNYA
Setiap manusia memiliki kebutuhan. Kebutuhan manusia yang satu dan lainnya berbeda. Demikian pula dengan cara pemenuhan kebutuhan tersebut. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal, manusia merupakan makhluk sosial yang bermoral. Di samping itu, dengan akal yang diberikan Tuhan, manusia juga adalah makhluk ekonomi yang bermoral. Sebagai makhluk ekonomi yang bermoral, manusia berusaha menuhi kebutuhannya dengan bijaksana. Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia melakukan tindakan ekonomi berdasarkan motif dan prinsip ekonomi. Tahukah kamu apa saja kebutuhan manusia itu? Apa pula yang dimaksud dengan manusia merupakan makhluk sosial yang bermoral? Apa pula yang dimaksud dengan tindakan ekonomi berdasarkan motif dan prinsip ekonomi? Pada bab ini, kamu akan mempelajari tentang bagaimana usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Pelajaran ini juga terkait dengan pelajaran di sekolah dasar. Ingatlah kembali pelajaran mengenai jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia serta sumber daya alam yang telah kamu pelajari di sekolah dasar. Diharapkan setelah mempelajari materi ini, kamu akan mampu (1) mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral dalam memenuhi kebutuhan, dan (2) mengidentifikasi tindakan ekonomi berdasarkan motif dan prinsip ekonomi dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Mempelajari materi ini akan membantu kamu dalam memahami perilaku manusia dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Dengan demikian, kamu akan mampu mempersiapkan diri untuk menerapkannya dalam usaha memenuhi kebutuhanmu sehari-hari.DETAIL
Homosocius: manusia sebagai mahluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa orang lain.
Homoeconomicus: manusia selalu memiliki kebutuhan dan akan berusaha memenuhinya (dengan melakukan kegiatan ekonomi) untuk mencapai kepuasan dan kesejahteraan.
Keinginan (wants): berkaitan dengan situasi orang yang memerlukan pemuasan.
Kebutuhan (needs) : berkaitan dengan keberadaan alat pemuas (barang dan jasa). Keinginan dapat dipuaskan apabila kebutuhan akan alat pemuas yang diperlukan terpenuhi.
Contoh: Seorang siswa ingin membaca komik (keinginannya adalah membaca buku komik) maka ia butuh buku komik (kebutuhannya adalah buku komik). Keinginan membaca buku komik akan terpenuhi atau terpuaskan apabila kebutuhan akan buku komik telah terpenuhi.
Apabila keinginannya berkaitan dengan usaha mempertahankan hidup yang layak, maka kebutuhan akan alat pemuasnya menjadi kebutuhan primer/pokok. Contoh: bagi siswa sekolah, kebutuhan primernya adalah pakaian seragam, buku, alat tulis dan jasa guru. Jika kebutuhan itu terpenuhi, maka ia akan hidup layak sebagai siswa. Sebaliknya, jika kebutuhannnya tidak terpenuhi, maka kehidupannya sebagai siswa sekolah menjadi tidak layak.
Apabila keinginannya berkaitan dengan usaha menciptakan atau menambah kebahagiaan hidup, maka kebutuhan akan alat pemuasnya menjadi kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder bagi siswa sekolah misalnya; televisi, majalah, jaket dan jajan.
Apabila keinginannya berkaitan dengan usaha menciptakan atau meningkatkan harga diri atau gengsi, maka kebutuhan akan alat pemuasnya menjadi kebutuhan tersier. Contoh bagi siswa sekolah misalnya; handphone blackberry, laptop, dan lain-lain.
Jika ada keinginan yang tidak dapat ditunda pemenuhannya, maka kebutuhan akan alat pemuasnya menjadi kebutuhan sekarang. Contoh orang yang sakit butuh obat. Sebaliknya jika pemenuhannya dapat ditunda maka termasuk kebutuhan yang akan datang.
Kebutuhan jasmani: kebutuhan yang alat pemuasnya banyak berkaitan dengan jasmani (makanan, pakaian, dll). Kebutuhan rohani: kebutuhan yang alat pemuasnya banyak berkaitan dengan rohani (hiburan, tempat ibadah, sumber pengetahuan, dll)
Apabila kebutuhan alat pemuas dapat dipenuhi secara pribadi/individual, maka kebutuhan itu dikenal dengan kebutuhan individual, contoh; sikat gigi, motor, dll. Apabila kebutuhan alat pemuas harus dipenuhi secara bersama-sama (kolektif/sosial), maka kebutuhan itu dikenal dengan kebutuhan kolektif/sosial, contoh; jalan raya, rumah sakit, dll.
SDA bebas: SDA yang jumlahnya tak terbatas (lebih banyak) dibandingkan kebutuhan manusia akan SDA tersebut (oksigen, angin, sinar matahari, air di daerah tertentu, dll).
SDA ekonomi: SDA yang jumlahnya terbatas (lebih sedikit) dibandingkan kebutuhan manusia akan SDA tersebut (ikan laut, kayu hutan, air di daerah tandus, dll).
Kegiatan/tindakan ekonomi: Kegiatan menghasilkan barang/jasa.
Motif (ekonomi/nonekonomi): keinginan yang mendorong manusia melakukan kegiatan ekonomi. Contoh: Pak Adi membuka usaha industri tas dan sepatu. Motif ekonomi Pak Adi ingin mendapat keuntungan guna meningkatkan kemakmuran.
Motif nonekonomi Pak Adi ingin menciptakan lapangan kerja dan mendidik anak-anaknya agar mampu berwirausaha mandiri. Biasanya motif nonekonomi bertujuan nonkemakmuran, misalnya ingin mendapat kasih sayang, keamanan, ketentraman, penghargaan, kedudukan, keinginan untuk mendidik, membahagiakan atau membantu orang lain
Apabila keinginan untuk memperoleh barang atau jasa berasal dari kesadaran diri sendiri maka disebut motif intrinsik, jika dorongan berasal dari orang/pihak lain maka disebut motif ekstrinsik.
Prinsip ekonomi yang pertama, yaitu pengorbanan tertentu untuk hasil maksimal. Contoh, dengan modal Rp20.000,00 umumnya mampu dihasilkan 8 donat, namun kita bisa hemat, cermat dan tepat sehingga menghasilkan 10 donat.
Sementera prinsip ekonomi kedua, yaitu pengorbanan minimal untuk hasil yang tertentu. Contoh, telah diterima uang pesanan Rp20.000,00 untuk 8 donat, dengan bekerja secara hemat, cermat dan tepat membuat dana yang digunakan cukup Rp18.000,00 untuk 8 donat dengan kualitas donat sesuai pesanan.
Kebutuhan dan Sumber Daya
1. Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas
a. Mendeskripsikan arti kelangkaan dan faktor-faktor penyebab terjadinya kelangkaan
Kelangkaan : Suatu keadaan ketika kita tidak mampu mendapatkan semua barang dan jasa yang kita butuhkan.
faktor-faktor penyebab terjadinya kelangkaan :
Kebutuhan manusia tidak terbatas
Sumberdaya yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa terbatas
b. Mengidentifikasi usaha-usaha manusia dalam mengatasi kelangkaan memanfaatkan sumber daya yang langka untuk berbagai alternatif dalam memenuhi kebutuhan
c. Mengidentifikasi arti dan jenis kebutuhan
Perbedaan keinginan dan kebutuhan
Keinginan : Barang atau jasa yang kita inginkan, jika tidak dapat kita penuhi tidak apa-apa
Kebutuhan : Segala sesuatu yang diperlukan manusia dan harus dipenuhi agar dapat hidup layak
Jenis Kebutuhan :
1. berdasarkan intensitas/tingkat kepentingan :
a. kebutuhan primer
adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi agar dapat hidup layak
contoh : makan, minum, pakaian, perumahan, pendidikan
b. kebutuhan sekunder
adalah kebutuhan tambahan atau pelengkap yang pemuasannya dapat ditunda
contoh : meja, kursi, radio, kipas angin.
c. kebutuhan tersier
adalah kebutuhan yang hanya bisa dipenuhi dengan mengonsumsi barang mewah atau luks
contoh : mobil, intan berlian, villa
2. berdasarkan waktu pemenuhannya :
a. kebutuhan sekarang
adalah kebutuhan yang harus dipenuhi saat ini juga atau kebutuhan yang sangat mendesak dan pemenuhannya tidak dapat ditunda
contoh : obat bagi orang yang sakit, payung ketika hujan
b. kebutuhan yang akan datang
adalah kebutuhan yang pemuasannya tidak harus dilakukan sekarang dan dapat ditunda untuk masa yang akan datang
contoh : rekreasi ke Bali, sepeda motor bagi siswa SMP
3. berdasarkan sifatnya :
a. kebutuhan jasmani
adalah kebutuhan yang perlu dipenuhi agar jasmani manusia dapat berfungsi dengan baik (berhubungan dengan kesehatan dan penampilan fisik (badan)
contoh : makan yang bergizi, minyak wangi, pakaian yang rapi.
b. kebutuhan rohani
kebutuhan yang perlu dipenuhi agar rohani atau mental manusia dapat berfungsi dengan baik (berhubungan dengan penyegaran intelektual/ pengetahuan, mental/kejiwaan dan moral)
contoh : rekreasi, belajar agama, kursus komputer
4. berdasarkan Subjek/penggunanya :
a. kebutuhan individu/pribadi
adalah kebutuhan yang berhubungan dengan selera atau pilihan masing-masing orang
contoh : Sari membutuhkan baju baru, Rohmadi membutuhkan celana baru.
b. kebutuhan sosial
adalah kebutuhan yang berkaitan dengan kehidupan bersama, mulai dari keluarga hingga masyarakat
contoh : listrik, jalan raya, jembatan
d. Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kebutuhan manusia beraneka ragam :
1. keadaan alam
2. peradaban atau kebudayaan
3. agama dan adat istiadat
4. latar belakang seseorang
5. lingkungan tempat tinggal
6. tingkat atau kemajuan dalam kehidupan manusia
e. Menjelaskan pengertian skala prioritas dan menyusun skala prioritas kebutuhan manusia pada umumnya
Skala Prioritas adalah daftar urutan kebutuhan manusia dari yang paling penting dan harus dipenuhi terlebih dahulu
f. Mengidentifikasi arti alat pemenuhan kebutuhan dan mengidentifikasi arti macam-macam alat pemenuhan kebutuhan
Sumber daya : barang atau jasa yang diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhannya.
Macam-macam alat pemenuhan kebutuhan :
1. berdasarkan kelangkaannya
a. benda bebas
adalah benda yang jumlahnya berlimpah dan untuk mendapatkannya tidak memerlukan pengorbanan. Contoh : udara di alam bebas, air di sungai
b. benda ekonomi
benda yang jumlahnya terbatas dan untuk mendapatkannya diperlukan pengorbanan. Contoh : buku tulis, pasir di toko material
c. benda illith
benda yang jumlahnya terlalu banyak dan tidak terkendali dan akhirnya merugikan kehidupan manusia. Contoh : api pada saat kebakaran, air banjir
2. berdarkan tujuan penggunaan
a. benda produksi
adalah benda yang dihasilkan tidak untuk langsung memenuhi kebutuhan manusia melainkan untuk menghasilkan benda lain. Contoh : traktor, mesin cetak.
b. benda konsumsi
adalah benda yang siap pakai/langsung dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Contoh : buku pelajaran, pakaian
3. berdasarkan fungsi dalam bentuk pemakaian / hubungan dengan benda lain
a. benda substitusi/pengganti
adalah benda yang dapat menggantikan fungsi benda lainnya. Contoh : beras dengan jagung atau sagu, daging sapi dengan daging ayam
b. benda komplementer/pelengkap
adalah benda yang dalam penggunaannya dapat saling melengkapi satu sama lain. Contoh : nasi dengan lauk pauk, gula pasir dengan kopi
4. berdasarkan kesiapan penggunaan/proses produksi
a. bahan mentah
adalah bahan yang masih perlu diolah lebih lanjut agar dapat degunkan untuk memenuhi kebutuhan manusia/ barang yang belum siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Contoh : beras, kapas, kayu gelondongan.
b. barang setengah jadi
adalah barang hasil olahan yang menjadi bahan untuk membuat barang siap pakai. Contoh : benang bagi perusahaan tekstil, kayu gergajian bagi perusahaan mebel
c. barang jadi
adalah barang yang yang sudah mengalami proses produksi secara tuntas dan siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Contoh : baju, buku, kue donat, pulpen
Kebutuhan dan Sumber Daya
Mr. Windu, Sunday, April 12, 2009 Standar Kompetensi : 4. Memahami kegiatan pelaku ekonomi di masyarakat1. Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas
a. Mendeskripsikan arti kelangkaan dan faktor-faktor penyebab terjadinya kelangkaan
Kelangkaan : Suatu keadaan ketika kita tidak mampu mendapatkan semua barang dan jasa yang kita butuhkan.
faktor-faktor penyebab terjadinya kelangkaan :
Kebutuhan manusia tidak terbatas
Sumberdaya yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa terbatas
b. Mengidentifikasi usaha-usaha manusia dalam mengatasi kelangkaan memanfaatkan sumber daya yang langka untuk berbagai alternatif dalam memenuhi kebutuhan
c. Mengidentifikasi arti dan jenis kebutuhan
Perbedaan keinginan dan kebutuhan
Keinginan : Barang atau jasa yang kita inginkan, jika tidak dapat kita penuhi tidak apa-apa
Kebutuhan : Segala sesuatu yang diperlukan manusia dan harus dipenuhi agar dapat hidup layak
Jenis Kebutuhan :
1. berdasarkan intensitas/tingkat kepentingan :
a. kebutuhan primer
adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi agar dapat hidup layak
contoh : makan, minum, pakaian, perumahan, pendidikan
b. kebutuhan sekunder
adalah kebutuhan tambahan atau pelengkap yang pemuasannya dapat ditunda
contoh : meja, kursi, radio, kipas angin.
c. kebutuhan tersier
adalah kebutuhan yang hanya bisa dipenuhi dengan mengonsumsi barang mewah atau luks
contoh : mobil, intan berlian, villa
2. berdasarkan waktu pemenuhannya :
a. kebutuhan sekarang
adalah kebutuhan yang harus dipenuhi saat ini juga atau kebutuhan yang sangat mendesak dan pemenuhannya tidak dapat ditunda
contoh : obat bagi orang yang sakit, payung ketika hujan
b. kebutuhan yang akan datang
adalah kebutuhan yang pemuasannya tidak harus dilakukan sekarang dan dapat ditunda untuk masa yang akan datang
contoh : rekreasi ke Bali, sepeda motor bagi siswa SMP
3. berdasarkan sifatnya :
a. kebutuhan jasmani
adalah kebutuhan yang perlu dipenuhi agar jasmani manusia dapat berfungsi dengan baik (berhubungan dengan kesehatan dan penampilan fisik (badan)
contoh : makan yang bergizi, minyak wangi, pakaian yang rapi.
b. kebutuhan rohani
kebutuhan yang perlu dipenuhi agar rohani atau mental manusia dapat berfungsi dengan baik (berhubungan dengan penyegaran intelektual/ pengetahuan, mental/kejiwaan dan moral)
contoh : rekreasi, belajar agama, kursus komputer
4. berdasarkan Subjek/penggunanya :
a. kebutuhan individu/pribadi
adalah kebutuhan yang berhubungan dengan selera atau pilihan masing-masing orang
contoh : Sari membutuhkan baju baru, Rohmadi membutuhkan celana baru.
b. kebutuhan sosial
adalah kebutuhan yang berkaitan dengan kehidupan bersama, mulai dari keluarga hingga masyarakat
contoh : listrik, jalan raya, jembatan
d. Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kebutuhan manusia beraneka ragam :
1. keadaan alam
2. peradaban atau kebudayaan
3. agama dan adat istiadat
4. latar belakang seseorang
5. lingkungan tempat tinggal
6. tingkat atau kemajuan dalam kehidupan manusia
e. Menjelaskan pengertian skala prioritas dan menyusun skala prioritas kebutuhan manusia pada umumnya
Skala Prioritas adalah daftar urutan kebutuhan manusia dari yang paling penting dan harus dipenuhi terlebih dahulu
f. Mengidentifikasi arti alat pemenuhan kebutuhan dan mengidentifikasi arti macam-macam alat pemenuhan kebutuhan
Sumber daya : barang atau jasa yang diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhannya.
Macam-macam alat pemenuhan kebutuhan :
1. berdasarkan kelangkaannya
a. benda bebas
adalah benda yang jumlahnya berlimpah dan untuk mendapatkannya tidak memerlukan pengorbanan. Contoh : udara di alam bebas, air di sungai
b. benda ekonomi
benda yang jumlahnya terbatas dan untuk mendapatkannya diperlukan pengorbanan. Contoh : buku tulis, pasir di toko material
c. benda illith
benda yang jumlahnya terlalu banyak dan tidak terkendali dan akhirnya merugikan kehidupan manusia. Contoh : api pada saat kebakaran, air banjir
2. berdarkan tujuan penggunaan
a. benda produksi
adalah benda yang dihasilkan tidak untuk langsung memenuhi kebutuhan manusia melainkan untuk menghasilkan benda lain. Contoh : traktor, mesin cetak.
b. benda konsumsi
adalah benda yang siap pakai/langsung dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Contoh : buku pelajaran, pakaian
3. berdasarkan fungsi dalam bentuk pemakaian / hubungan dengan benda lain
a. benda substitusi/pengganti
adalah benda yang dapat menggantikan fungsi benda lainnya. Contoh : beras dengan jagung atau sagu, daging sapi dengan daging ayam
b. benda komplementer/pelengkap
adalah benda yang dalam penggunaannya dapat saling melengkapi satu sama lain. Contoh : nasi dengan lauk pauk, gula pasir dengan kopi
4. berdasarkan kesiapan penggunaan/proses produksi
a. bahan mentah
adalah bahan yang masih perlu diolah lebih lanjut agar dapat degunkan untuk memenuhi kebutuhan manusia/ barang yang belum siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Contoh : beras, kapas, kayu gelondongan.
b. barang setengah jadi
adalah barang hasil olahan yang menjadi bahan untuk membuat barang siap pakai. Contoh : benang bagi perusahaan tekstil, kayu gergajian bagi perusahaan mebel
c. barang jadi
adalah barang yang yang sudah mengalami proses produksi secara tuntas dan siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Contoh : baju, buku, kue donat, pulpen
Contoh :
- Petani : Orang yang bekerja di bidang pertanian
- Nelayan : Orang yang sehari-harinya bekerja mencari ikan.
- Supir : Orang yang sehari-harinya mengemudikan suatu kendaraan
- Dokter : Orang yang berusaha menyembuhkan orang yang sakit
- Arsitek :Orang yang merancanag suatu bangunan
pekerjaan - pekerjaan yang dibutuhkan untuk membangkitakan ekonomi. oleh: aminah deuxini febriyanti
Ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Manusia sebagai makhluk sosial dan Makhluk ekonomi
Manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi. Inti dari masalah ekonomi yang dihadapi manusia adalah kenyataan bahwa kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas. Beberapa faktor yang mempengaruhi sehingga jumlah kebutuhan seseorang berbeda dengan jumlah kebutuhan orang lain:
Faktor Ekonomi
Faktor Lingkungan Sosial Budaya
Faktor Fisik
Faktor Pendidikan
Tindakan Ekonomi
Tindakan ekonomi adalah setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling baik dan paling menguntungkan. misalnya: Ibu memasak dengan kayu bakar karena harga minyak tanah sangat mahal. Tindakan ekonomi terdiri atas dua aspek, yaitu :
Tindakan ekonomi Rasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan dan kenyataannya demikian.
Tindakan ekonomi Irrasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan namun kenyataannya tidak demikian.
Pekerjaan dalam arti luas adalah aktivitas utama yang dilakukan oleh manusia. Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang menghasilkan uang bagi seseorang. Dalam pembicaraan sehari-hari istilah ini sering dianggap sinonim dengan profesi.
Pekerjaan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup:
1. Pemulung adalah orang yang memungut barang-barang bekas atau sampah tertentu untuk proses daur ulang.
2. Pengacara atau advokat adalah kata benda, subyek. Dalam praktek dikenal juga dengan istilah Konsultan Hukum. Dapat berarti seseorang yang melakukan atau memberikan nasihat (advis) dan pembelaan (“mewakili”) bagi orang lain yang berhubungan dengan penyelesaian suatu kasus hukum.
Istilah pengacara berkonotasi jasa profesi hukum yang berperan dalam suatu sengketa yang dapat diselesaikan di luar atau di dalam sidang pengadilan. Dalam profesi hukum, dikenal istilah beracara yang terkait dengan pengaturan hukum acara dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana dan Kitab Undang-undang Hukum Acara Perdata. Istilah pengacara dibedakan dengan istilah Konsultan Hukum yang kegiatannya lebih ke penyediaan jasa konsultasi hukum secara umum.
Pembelaan dilakukan oleh pengacara terhadap institusi formal (peradilan) maupun informal (diskursus), atau orang yang mendapat sertifikasi untuk memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan [1]. Di Indonesia, untuk dapat menjadi seorang pengacara, seorang sarjana yang berlatar belakang pendidikan tinggi hukum harus mengikuti pendidikan khusus dan lulus ujian profesi yang dilaksanakan oleh suatu organisasi pengacara.
3. Ilmuwan ialah orang yang bekerja dan mendalami dengan tekun dan sungguh-sungguh dalam bidang ilmu pengetahuan.
Para ilmuwan bisa bekerja dalam bidang ilmu pengetahuan yang berbeda. Di sini diberikan beberapa contoh: Mereka yang belajar fisika ialah fisikawan. Yang belajar kimia ialah kimiawan. Yang belajar biologi ialah biolog.
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Manusia sebagai makhluk sosial dan Makhluk ekonomi
Manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi. Inti dari masalah ekonomi yang dihadapi manusia adalah kenyataan bahwa kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas. Beberapa faktor yang mempengaruhi sehingga jumlah kebutuhan seseorang berbeda dengan jumlah kebutuhan orang lain:
Faktor Ekonomi
Faktor Lingkungan Sosial Budaya
Faktor Fisik
Faktor Pendidikan
Tindakan Ekonomi
Tindakan ekonomi adalah setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling baik dan paling menguntungkan. misalnya: Ibu memasak dengan kayu bakar karena harga minyak tanah sangat mahal. Tindakan ekonomi terdiri atas dua aspek, yaitu :
Tindakan ekonomi Rasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan dan kenyataannya demikian.
Tindakan ekonomi Irrasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan namun kenyataannya tidak demikian.
Pekerjaan dalam arti luas adalah aktivitas utama yang dilakukan oleh manusia. Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang menghasilkan uang bagi seseorang. Dalam pembicaraan sehari-hari istilah ini sering dianggap sinonim dengan profesi.
Pekerjaan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup:
1. Pemulung adalah orang yang memungut barang-barang bekas atau sampah tertentu untuk proses daur ulang.
2. Pengacara atau advokat adalah kata benda, subyek. Dalam praktek dikenal juga dengan istilah Konsultan Hukum. Dapat berarti seseorang yang melakukan atau memberikan nasihat (advis) dan pembelaan (“mewakili”) bagi orang lain yang berhubungan dengan penyelesaian suatu kasus hukum.
Istilah pengacara berkonotasi jasa profesi hukum yang berperan dalam suatu sengketa yang dapat diselesaikan di luar atau di dalam sidang pengadilan. Dalam profesi hukum, dikenal istilah beracara yang terkait dengan pengaturan hukum acara dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana dan Kitab Undang-undang Hukum Acara Perdata. Istilah pengacara dibedakan dengan istilah Konsultan Hukum yang kegiatannya lebih ke penyediaan jasa konsultasi hukum secara umum.
Pembelaan dilakukan oleh pengacara terhadap institusi formal (peradilan) maupun informal (diskursus), atau orang yang mendapat sertifikasi untuk memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan [1]. Di Indonesia, untuk dapat menjadi seorang pengacara, seorang sarjana yang berlatar belakang pendidikan tinggi hukum harus mengikuti pendidikan khusus dan lulus ujian profesi yang dilaksanakan oleh suatu organisasi pengacara.
3. Ilmuwan ialah orang yang bekerja dan mendalami dengan tekun dan sungguh-sungguh dalam bidang ilmu pengetahuan.
Para ilmuwan bisa bekerja dalam bidang ilmu pengetahuan yang berbeda. Di sini diberikan beberapa contoh: Mereka yang belajar fisika ialah fisikawan. Yang belajar kimia ialah kimiawan. Yang belajar biologi ialah biolog.
Usaha-usaha yang Dilakukan Manusia Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidupnya Nama : Tubagus Muhammad Sultan R. Kelas : 7A
Usaha-usaha yang Dilakukan Manusia Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidupnya
Nama : Tubagus Muhammad Sultan R.
Kelas : 7A
Setiap manusia pasti menginginkan hidup. Agar mereka hidup mereka harus memenuhi kebutuhan primer. Kebuthan primer itu adalah, sandang, pangan, dan papan. Untuk mendapatkan itu semua manusia perlu bekerja. Contoh usaha-usaha/pekerjaan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup diantaranya :
1. Menjadi seorang pemulung
Menjadi pemulung adalah salah satu jalan untuk mendapatkan uang. Dengan memulung kita dapat menjualnya ke tempat penyimpanan barang- barang bekas.
2. Supir
Supir adalah pengemudi profesional yang dibayar oleh majikan untuk mengemudi kendaraan bermotor. Supir dibagi dalam dua kelompok yaitu supir pribadi yang menjalankan kendaraan pribadi dan yang kedua adalah supir perusahaan yang bekerja untuk perusahaanangkutan penumpang umum seperti taksi, bus, ataupun angkutan barang.
3. Buruh
Buruh pada dasarnya adalah manusia yang menggunakan tenaga dan kemampuannya untuk mendapatkan balasan berupa pendapatan baik secara jasmani maupun rohani. Pada dasarnya buruh dibagi atas 2 klasifikasi besar:
Buruh profesional - biasa disebut buruh kerah putih, menggunakan tenaga otak dalam bekerja
Buruh kasar - biasa disebut buruh kerah biru, menggunakan tenaga otot dalam bekerja
Buruh pada dasarnya hanya menunjuk kepada tenaga kerja di bidang industri dan jasa. Di bidang pertanian, tenaga kerja tidak lazim disebut sebagai buruh.
4. Perawat
Perawat adalah tenaga profesional di bidang perawatan kesehatan yang terlibat dalam kegiatan perawatan. Perawat bertanggung jawab untuk perawatan, perlindungan, dan pemulihan orang yang luka atau pasien penderita penyakit akut atau kronis, pemeliharaan kesehatan orang sehat, dan penanganan keadaan darurat yang mengancam nyawa dalam berbagai jenis perawatan kesehatan. Perawat juga dapat terlibat dalam riset medis dan perawatan serta menjalankan beragam fungsi non-klinis yang diperlukan untuk perawatan kesehatan.
5. Pilot
Pilot adalah sebutan untuk orang yang mengemudikan pesawat terbang. Sebagai sebuah profesi yang menuntut keahlian/skill dalam mengemudikan sebuah pesawat, seorang pilot harus menempuh ujian resmi yang diadakan oleh sekolah penerbangan. Jika dinyatakan lulus dalam ujian, seorang pilot akan mendapat sertifikasi terbang, yaitu suatu surat pengakuan kemampuan sang pilot untuk menerbangkan pesawat dengan tipe/ukuran tertentu.
Keahlian seorang pilot dalam menerbangkan pesawat komersial merupakan dasar utama yang menentukan kualitas seorang pilot. Faktor-faktor pendukung keahlian seorang pilot selain surat sertifikasi adalah jumlah jam terbang yang telah dimiliki. Keselamatan suatu penerbangan adalah tanggung jawab seorang pilot.
Dalam tugasnya di dalam kokpit pesawat, pilot dibantu oleh seorang ko-pilot. Selama penerbangan berlangsung semenjak take off hingga landing, pilot dan ko-pilot akan mengikuti jalur-jalur penerbangan yang telah terprogram melalui bantuan navigasi pesawat dan mengikuti informasi yang diberikan oleh menara kontrol lalu-lintas bandar udara.
Didalam sebuah penerbangan komersial, pilot dan ko-pilot bertugas mengemudikan pesawat sementara pramugari dan pramugara akan melayani kebutuhan para penumpang. Pilot, ko-pilot dan pramugari/pramugara adalah awak kabin pesawat.
6. Guru
Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.
Nama : Tubagus Muhammad Sultan R.
Kelas : 7A
Setiap manusia pasti menginginkan hidup. Agar mereka hidup mereka harus memenuhi kebutuhan primer. Kebuthan primer itu adalah, sandang, pangan, dan papan. Untuk mendapatkan itu semua manusia perlu bekerja. Contoh usaha-usaha/pekerjaan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup diantaranya :
1. Menjadi seorang pemulung
Menjadi pemulung adalah salah satu jalan untuk mendapatkan uang. Dengan memulung kita dapat menjualnya ke tempat penyimpanan barang- barang bekas.
2. Supir
Supir adalah pengemudi profesional yang dibayar oleh majikan untuk mengemudi kendaraan bermotor. Supir dibagi dalam dua kelompok yaitu supir pribadi yang menjalankan kendaraan pribadi dan yang kedua adalah supir perusahaan yang bekerja untuk perusahaanangkutan penumpang umum seperti taksi, bus, ataupun angkutan barang.
3. Buruh
Buruh pada dasarnya adalah manusia yang menggunakan tenaga dan kemampuannya untuk mendapatkan balasan berupa pendapatan baik secara jasmani maupun rohani. Pada dasarnya buruh dibagi atas 2 klasifikasi besar:
Buruh profesional - biasa disebut buruh kerah putih, menggunakan tenaga otak dalam bekerja
Buruh kasar - biasa disebut buruh kerah biru, menggunakan tenaga otot dalam bekerja
Buruh pada dasarnya hanya menunjuk kepada tenaga kerja di bidang industri dan jasa. Di bidang pertanian, tenaga kerja tidak lazim disebut sebagai buruh.
4. Perawat
Perawat adalah tenaga profesional di bidang perawatan kesehatan yang terlibat dalam kegiatan perawatan. Perawat bertanggung jawab untuk perawatan, perlindungan, dan pemulihan orang yang luka atau pasien penderita penyakit akut atau kronis, pemeliharaan kesehatan orang sehat, dan penanganan keadaan darurat yang mengancam nyawa dalam berbagai jenis perawatan kesehatan. Perawat juga dapat terlibat dalam riset medis dan perawatan serta menjalankan beragam fungsi non-klinis yang diperlukan untuk perawatan kesehatan.
5. Pilot
Pilot adalah sebutan untuk orang yang mengemudikan pesawat terbang. Sebagai sebuah profesi yang menuntut keahlian/skill dalam mengemudikan sebuah pesawat, seorang pilot harus menempuh ujian resmi yang diadakan oleh sekolah penerbangan. Jika dinyatakan lulus dalam ujian, seorang pilot akan mendapat sertifikasi terbang, yaitu suatu surat pengakuan kemampuan sang pilot untuk menerbangkan pesawat dengan tipe/ukuran tertentu.
Keahlian seorang pilot dalam menerbangkan pesawat komersial merupakan dasar utama yang menentukan kualitas seorang pilot. Faktor-faktor pendukung keahlian seorang pilot selain surat sertifikasi adalah jumlah jam terbang yang telah dimiliki. Keselamatan suatu penerbangan adalah tanggung jawab seorang pilot.
Dalam tugasnya di dalam kokpit pesawat, pilot dibantu oleh seorang ko-pilot. Selama penerbangan berlangsung semenjak take off hingga landing, pilot dan ko-pilot akan mengikuti jalur-jalur penerbangan yang telah terprogram melalui bantuan navigasi pesawat dan mengikuti informasi yang diberikan oleh menara kontrol lalu-lintas bandar udara.
Didalam sebuah penerbangan komersial, pilot dan ko-pilot bertugas mengemudikan pesawat sementara pramugari dan pramugara akan melayani kebutuhan para penumpang. Pilot, ko-pilot dan pramugari/pramugara adalah awak kabin pesawat.
6. Guru
Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.
Sabtu, 01 Agustus 2009
Macam-macam Pekerjaan Manusia Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup
Oleh: Mesya Afifah Pratiwi
Kelas: 7a
SMP Taruna Bakti
Manusia merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dan istimewa dibandingkan dengan mahluk lainnya. Manusia disebut mahluk yang mampu berpikir (homo sapiens) dan mahluk yang percaya pada tuhan (homo religios). Manusia juga disbut sebagai mahluk sosial homo socius) manusia ekonomi (homo economius). Manusia menjadi mahluk sosial dan mahluk ekonomi karena manusia membutuhkan sesuatu. Dari muali pendidikan, makanan, tempat tinggal, pakaian, dan juga hal-hal lain yang wajib dipenuhi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, manusia bekerja bebagai bidang.
Berikut ini adalah contoh berbagai macam pekerjaan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka:
1. Guru: Guru bergerak di bidang pendidikan. Guru adalah pekerjaan yang mulia. Guru adalah pahlawan tanpa tanpa jasa, dia mengajari para murid tanpa pamrih. Guru memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi kita semua. Ada guru yang memiliki gaji besar adapun yang kecil, meski mereka mendapatkan gaji yang kecil mereka tetap semangat mendidik murid-muridnya yang telah menanti mereka di kelasnya masing-masing. Adapun guru honorer yang kebanyakan bernasib kurang baik, mereka di gaji kecil dan mereka denga sabar menunggu diangkat menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS). Guru adalah orang tua kita di sekolah.
2. Kuli: Kuli adalah pekerjaan yang sering dianggap remeh oleh sebagian masyarakat, karena pekerjaan itu biasa dilakukan oleh orang-orang yang pendidikannya kurang baik. Padahal sebenarnya kuli adalah pekerja yang hebat. Dia rela bekerja keras, seperti mengankat batu bata, mengaduk semen, sampai pekerjaan berat lainnya, semua itu hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Dan hasil dari kerja keras mereka adalah uang yang jumlahnya tak seberapa. Padahal kulilah yang bekerja membangun bangunan dengan susah payah.
3. Dokter: Dokter dalah pekerjaan di bidang kesehatan. Dokter adalah pekerjaan yang sangat bertanggung jawab atas nyawa pasiennya. Dokter harus berhati-hati dalam bekerja, karna jika salah sedikit dapat menanggung akibat yang fatal. Dokter biasanya memiliki asisten yang disebut juga sebagai perawat. Dokter terkadang harus bersabar dalam menghadapi pasien yang keras kepala dan juga yang sangat sensitif.
4. Pembantu Rumah Tangga: Pembantu adalah pekerjaan yang kurang dihargai. Pembantu memangterkadang menyebalkan, tapi lihatlah sisi positif dari pembantu itu, dia mau membantu kita membereskan rumah kita.
5. Polisi: Polisi adalah pekerjaan yang mulia, polisi mengamankan kota atau bahkan Negara. Polisi bertugas membenahi perilaku masyarakat.
6. Pedagang: Pedagang adalah sebutanbagi orang yang berdagang. Berdagang banyak dilakukan oleh masyarakarakat di dunia. Dari mulai dagang kecil-kecilan hingga yang sangat besar. Mereka berdagang dimana saja. Berdagang dilakukan oleh orang miskin, sederhana, kaya.
7. Petani: Petani adalah sebutan bagi orang yang bercocok tanam bahan pokok makanan manusia. Di Indonesia banyak sekali petani. Petani sangat berjasa menanam kan makanan untuk kita
Kelas: 7a
SMP Taruna Bakti
Manusia merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dan istimewa dibandingkan dengan mahluk lainnya. Manusia disebut mahluk yang mampu berpikir (homo sapiens) dan mahluk yang percaya pada tuhan (homo religios). Manusia juga disbut sebagai mahluk sosial homo socius) manusia ekonomi (homo economius). Manusia menjadi mahluk sosial dan mahluk ekonomi karena manusia membutuhkan sesuatu. Dari muali pendidikan, makanan, tempat tinggal, pakaian, dan juga hal-hal lain yang wajib dipenuhi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, manusia bekerja bebagai bidang.
Berikut ini adalah contoh berbagai macam pekerjaan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka:
1. Guru: Guru bergerak di bidang pendidikan. Guru adalah pekerjaan yang mulia. Guru adalah pahlawan tanpa tanpa jasa, dia mengajari para murid tanpa pamrih. Guru memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi kita semua. Ada guru yang memiliki gaji besar adapun yang kecil, meski mereka mendapatkan gaji yang kecil mereka tetap semangat mendidik murid-muridnya yang telah menanti mereka di kelasnya masing-masing. Adapun guru honorer yang kebanyakan bernasib kurang baik, mereka di gaji kecil dan mereka denga sabar menunggu diangkat menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS). Guru adalah orang tua kita di sekolah.
2. Kuli: Kuli adalah pekerjaan yang sering dianggap remeh oleh sebagian masyarakat, karena pekerjaan itu biasa dilakukan oleh orang-orang yang pendidikannya kurang baik. Padahal sebenarnya kuli adalah pekerja yang hebat. Dia rela bekerja keras, seperti mengankat batu bata, mengaduk semen, sampai pekerjaan berat lainnya, semua itu hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Dan hasil dari kerja keras mereka adalah uang yang jumlahnya tak seberapa. Padahal kulilah yang bekerja membangun bangunan dengan susah payah.
3. Dokter: Dokter dalah pekerjaan di bidang kesehatan. Dokter adalah pekerjaan yang sangat bertanggung jawab atas nyawa pasiennya. Dokter harus berhati-hati dalam bekerja, karna jika salah sedikit dapat menanggung akibat yang fatal. Dokter biasanya memiliki asisten yang disebut juga sebagai perawat. Dokter terkadang harus bersabar dalam menghadapi pasien yang keras kepala dan juga yang sangat sensitif.
4. Pembantu Rumah Tangga: Pembantu adalah pekerjaan yang kurang dihargai. Pembantu memangterkadang menyebalkan, tapi lihatlah sisi positif dari pembantu itu, dia mau membantu kita membereskan rumah kita.
5. Polisi: Polisi adalah pekerjaan yang mulia, polisi mengamankan kota atau bahkan Negara. Polisi bertugas membenahi perilaku masyarakat.
6. Pedagang: Pedagang adalah sebutanbagi orang yang berdagang. Berdagang banyak dilakukan oleh masyarakarakat di dunia. Dari mulai dagang kecil-kecilan hingga yang sangat besar. Mereka berdagang dimana saja. Berdagang dilakukan oleh orang miskin, sederhana, kaya.
7. Petani: Petani adalah sebutan bagi orang yang bercocok tanam bahan pokok makanan manusia. Di Indonesia banyak sekali petani. Petani sangat berjasa menanam kan makanan untuk kita
Meniti Karir Kedua: Beberapa Alternatif Usaha Saat Karir Kedua
Nadhira Shalihan Ardi
7a SMP Taruna Bakti
(maaf baru copy paste belum pake karangan sendiri
BEKERJA SETELAH PENSIUN
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah [62]:10)
Dalam Islam tidak mengenal istilah pensiun. Yang ada adalah istirahat karena lelah. Manusia selalu dituntut untuk bekerja dan beramal saleh selama hayat masih dikandung badan. Bekerja di sini tidak selalu didefinisikan bekerja di perusahaan atau perkantoran. Artinya walaupun sudah tidak bekerja diperusahaan atau perkantoran, tapi ada pekerjaan lain untuk mengisi waktu hidupnya. Masih banyak alternatif pekerjaan yang bisa dilakukan dan itu masih sangat bermanfaat untuk memulai Karir Kedua.
Mau Bekerja Setelah Pensiun
Banyak pensiunan yang tidak tahu harus bekerja apa setelah pensiun. Poin-poin di bawah ini mungkin berguna untuk membantu membuka wawasan, sehingga para pensiunan tidak lagi bingung dengan apa yang harus dikerjakan setelah pensiun:
1. Umumnya orang merasa tak berguna jika tak ada sesuatu dikerjakan. Perasaan tak berguna ini menimbulkan perasaan ditolak masyarakat, tidak dikehendaki dan kondisi-kondisi ini dapat menimbulkan penyakit-penyakit organis. Karena itu, kenalilah diri sendiri, apa tujuan hidup ini, dan bagaimana menjadi hidup bermakna. Kalau hal itu sudah ditemukan peraasaan tidak berguna menjadi sirna. Hidupnya menjadi tenang, tentram, dan damai. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Barang siapa mengetahui dirinya, maka ia mengetahui Tuhannya,” (HR. Muslim). Karena memang manusia diciptakan untuk beribadah kepada Tuhan.
2. Kalau kita punya hobi keadaan di atas bisa diatasi. Apalagi kita memerlukan penghasilan atau uang, maka hobi tersebut bisa dikomersialkan, menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi atau hobbiology. Tentunya bukan yang dilarang agama.
3. Perhatikan profesi atau pengalaman kerja, mungkin saja pekerjaan itu sesuatu yang masih langka, sehingga setelah pensiun bisa disumbangkan atau masih diperlukan masyarakat. Misalnya, mantan manajer keuangan bisa menjadi konsultan keuangan atau jadi bendahara suatu yayasan.
4. Kalau kita mati bukan saja mewariskan harta untuk keluarga yang ditinggalkan, tapi dapat pula mewariskan ilmu, ketrampilan dan pengalaman kita pada generasi penerus. Selain sebagai warisan yang tak ternilai, juga menjadi “investasi” akhirat. Sebagai mana hadis Rasulullah: “Jika mati anak adam terputuslah segala amalannya, kecuali tiga perkara: amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim)
5. Berhasil atau tidaknya pekerjaan setelah pensiun, sangat tergantung kepada berbagai faktor, antara lain, kategori mana atau usaha apa yang akan dikerjakan, persiapan dan sikap-sikap apa yang telah dimiliki (niat yang sungguh-sungguh) serta hobi apa saja yang telah kita kembangkan, dsb. Pentingnya niat ini diungkapkan dalam hadis Rasulullah: “Sesungguhnya amal-amal perbuatan tergantung niatnya, dan bagi tiap orang apa yang diniatinya. Barang siapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa hijrah untuk meraih kesenangan dunia dan menikahi wanita, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia hijrahi,” (HR. Bukhari).
6. Pada umur 55 tahun manusia punya pengetahuan, pengalaman, serta berkontribusi untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Rasulullah pernah bersabda: “Seorang sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, yang bagaimanakah orang yang baik itu?’ Nabi Saw menjawab, ‘Yang panjang usianya dan baik amal perbuatannya.’ Dia bertanya lagi, ‘Dan yang bagaimanakah orang yang paling buruk (jahat)?’ Nabi Saw menjawab, ‘Adalah orang yang paling panjang usianya dan jelek amal perbuatannya’,” (HR.At-Thabrani dan Abu Nu’aim).
7. Semuanya tergantung keputusan diri kita, apakah: Bekerja untuk orang lain: fulltime atau part time, Bekerja untuk orang/badan lain, apakah dapat bayaran atau sekedar “amal” (relawan), Bekerja untuk diri sendiri.
Empat Pilihan Kerja Bagi Pensiunan
Seorang karyawan atau pegawai perusahaan di Indonesia akan memasuki pensiun ketika berusia 55 tahun atau 48 tahun untuk tamtama ABRI. Usia tersebut sebetulnya masih tergolong muda. Bandingkan dengan di luar negeri yang pensiunnya pada usia 65 tahun. Selain masih muda dan bertenaga, pada usia itu juga banyak karyawan atau pegawai punya anak yang memerlukan biaya. Karena itu, bekerja lagi menjadi sesuatu yang tak bisa ditawar-tawar lagi, “wajib”, untuk memenuhi kebutuhan keluarga, karena penghasilan saat masih aktif akan turun sampai 50%. Bekerja atau menjalani karir kedua saat pensiun, sebetulnya sangat positif baik untuk dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat. Islam sendiri menuntut kita untuk selalu bekerja, berbuat baik, dan beramal saleh di dunia. Tidak mengenal batasan waktu. Karenanya, menganggur itu termasuk perbuatan berdosa. Dalam hadis Rasulullah diungkapkan, “Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan trampil. Barang siapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah azza wajilla,” (HR. Ahmad).
Di bawah ini ada empat pilihan kerja alternatif bagi pensiunan yang ingin memulai karir kedua:
* Bekerja Full time. Kerja full time menjadi pilihan bila keadaan ekonomi atau keuangan Anda kekurangan. Banyak tanggungan yang masih belum lepas harus dipenuhi kebutuhannya, atau karena tak punya hobi atau tidak ada financial planning, dan lain-lain. Sehingga Anda harus kerja keras seperti biasa, full time.
* Bekerja “part time”. Kerja part time menjadi pilihan kalau Anda perlu uang tambahan, penghasilan setelah pensiun lebih rendah dibanding ketika masih aktif, dan anda tidak mau kerja keras seperti waktu masih muda.
* Wiraswasta (self employed). Kalau Anda punya persediaan uang cukup untuk modal usaha, berwirausaha (self employed) menjadi alternatif yang perlu dicoba. Mulai dari usaha untuk “diri sendiri” yang kurang berisiko seperti menjadi konsultan sampai yang membutuhkan modal (investment business), baik dengan modal sendiri maupun pinjaman dari bank. Namun, usaha yang menggunakan modal harus persiapan yang matang, tidak bisa coba-coba dulu. Kecuali coba-coba atau nyambinya waktu masih dalam Karir Pertama. Sebab, pada masa lansia ini agak sulit untuk latihan usaha dengan coba-coba, jadi segalanya harus direncanakan jauh-jauh hari sebelum pensiun.
* Bersenang-senang menikmati masa pensiun. Hal ini kalau Anda termasuk orang yang beruntung. Kondisi keuangannya sangat baik, sehingga tak perlu lagi tambahan penghasilan setelah pensiun. Walau demikian, menikmati masa pensiun tentunya bukan hanya dengan makan dan tidur saja. Sebaiknya tugas “routine” harus ada, apakah kerja sosial karena amal, karena manusia yang baik adalah bermanfaatnya bagi orang lain dan masyarakat.
Bekerja “Full Time” Seperti Waktu Muda
Karena alasan ekonomi ataupun alasan lain, banyak orang yang tetap memutuskan untuk berusaha bekerja full time setelah pensiun. Ini tidak menjadi masalah karena usia pensiun di Indonesia tergolong muda (55 tahun atau kurang), dan pada usia itu masih banyak yang fit. Apalagi untuk profesi-profesi yang betul-betul dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan. Ini jelas saling menguntungkan, baik bagi perusahaan maupun orang yang pensiun. Biasanya perusahaan yang masih tetap mempekerjakan orang yang telah pensiun beralasan:
* Perpanjangan dinas. Alasannya perusahaan belum punya penggantinya (walau sebenarnya ini praktik buruk tidak mendidik) baik dari dalam maupun dari luar. Mereka yang telah pensiun tapi tenaganya masih dibutuhkan biasanya sebagai advisor, specialist atau staff ahli “consultant” dan jabatan aktif (established job).
* Ada juga alasan manajemen, karena merasa “kasihan” . jadi mempekerjakan lagi untuk menolong yang bersangkutan, meskipun penggantinya sudah siap. Ini sebetulnya kurang baik, karena akan menimbulkan frustasi karyawan lain yang menunggu :kosong kursi” tersebut.
* Kerja full time dengan perusahaan atau organisasi lain cukup sulit, karena perusahaan lain menginginkan tenaga muda. Kecuali jika bekerja pada organisasi sosial sebagai relawan (volunteer).
Tapi kadang-kadang ada perusahaan-perusahaan kecil yang akan mendapatkan manfaat jika mempekerjakan pensiunan-pensiunan yang mempunyai keahlian tertentu dan berpengalaman.
Bekerja “Part Time” Sesuatu Yang Ideal
1. Kalau seorang pensiunan memutuskan kerja part time, berarti ia ingin uang, gaji dan penghasilan tambahan, atau ingin waktu yang fleksibel. Tidak ketat seperti masa aktif dulu. Selain itu, karena kondisi sudah menurun, sehingga ingin bekerja agak santai.
2. Kerja part time atau paruh waktu ini bisa diatur waktunya sesuai keinginan kita. Disamping itu, kalau bekerja part time kurang mendapatkan “resistance’ dari karyawan yang ada di dalam, sehingga bisa bekerja lebih tenang.
3. Bila kerja part time dengan perusahaan lama, perusahaan dan pensiunan sama-sama untung, karena sudah saling mengenal. Fasilitas atau lowongan kerja “part time” maupun “full time” kebanyakan merupakan gift (hadiah) pada golongan senior yang, tentu saja, merupakan sumber iri hati bagi yang junior, karena tidak mendapatkan “hadiah” ini.
4. Kerja part time dengan perusahaan lain. Kerja “part time” dengan perusahaan yang baru memang masih jarang, tapi bisa terjadi sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut, yang memerlukan tenaga-tenaga berpengalaman yang hanya sewaktu-waktu saja.
5. Bekerja “full time” itu bisa berbentuk 6 hari kerja atau 40 jam seminggu, maka yang disebut kerja “part time” atau “paruh waktu” bisa dalam bentuk tiga hari penuh dalam seminggu, 6 hari tapi hanya ½ hari kerja atau dalam seminggu hanya 20 jam kerja, 2 hari satu mingu, tiga hari dalam satu minggu, dan lain-lain. Jadi sangat fleksibel sesuai keinginan dan kesepakatan kedua pihak.
Kebetulan saya sendiri pernah menjalani bentuk-bentuk kerja seperti di atas, dan diperpanjang setelah pensiun di perusahaan lama sebagai konsultan di Jakarta, dua hari seminggu. Tiga hari tiap dua minggu sebagai konsultan di Pulau Batam, dua tahun full time sebagai konsultan di Jakarta, dan bentuk lainnya yang disesuaikan.
Jadi Wiraswasta (self employed), Banyak Peluang
a. Pulang kampung, kembali ke desa, dan transmigasi. Dulu banyak pensiunan “pulang kampung” untuk menikmati hari tua yang serba murah, menikmati udara bersih pedesaan. Tapi sering kali menjadi problem, misalnya banyak yang tak kenal lagi atau anak-anak yang tak setuju. Pulang kampung perlu persiapan mental, karena sudah terbiasa tinggal di kota. Namun, dengan adanya sarana seperti listrik dan telekomunikasi?HP bisa memudahkan dalam menjalani kehidupan. Tinggal persiapan-persiapan matang dalam mengatur program “routine”.
Kalau mau usaha agribisnis, apalagi dengan program ekspor non-migas yang kurang dikembangkan, dirangsang, atau dibina oleh Pemerintah Indonesia yang kaya dan punya peluang besar, tentunya pulang kampung, kembali ke desa, seperti Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan, dan Papua menjadi pilihan ideal, karena di sana tanah jauh lebih murah dari kota atau Pulau Jawa yang super padat.
b. Buka small business. Di kota besar banyak berbagai usaha kecil-kecilan yang dilakukan di rumah. Misalnya, katering, maintenance service, accountancy service, terjemahan, dan lain-lain.
c. Buka small industry. Small industry ataupun Home industry sangat dirangsang pemerintah karena berarti membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Berbagai kredit dan penyuluhan biasanya disediakan, tapi ingat apakah kita punya latar belakang hobi atau pengetahuan atas bidang tertentu, sehingga menjadi spesialis. Membuka small industry perlu overview, wawasan ke depan, soal produksi, keuangan, pemasaran, pembelian, dan lain-lain.
d. Jadi konsultan. Konsultan di Indonesia banyak yang diperlukan. Apakah itu bidang “teknikal” atau “manajemen” tapi si calon harus punya keseimbangan antara academic acievements (kemampuan akademis) dan pengalaman praktis.
Calon konsultan bukan “Jack of all trades”. Tapi harus memiliki visi yang luas dan pengetahuan yang mendalam dalam bidang-bidang yang spesialis agar dapat menyelesaikan problem-problem bisnis yang makin rumit.
e. Kalau ingin tahu komoditi non-migas yang baik pasarannya (untuk ekspor), harap konsultasi dengan Departemen Perdagangan, juga kita harus tahu barang impor apa (tentang pangan) yang kita bisa produksi ini sangat banyak dan “memalukan” yang tiap tahun berkembang terus dan makin banyak produk Indonesia yang dibutuhkan di luar negeri.
Bekerja untuk “Amal” Sebagai Relawan
Selain untuk uang, manusia juga bekerja “karena Allah” semata-mata untuk amal dalam mengisi waktu hidupnya. Dengan amalnya tersebut masyarakat bisa mengambil manfaat. Namun, bila seseorang bekerja untuk amal atau sebagai relawan memerlukan “complete reorientation” dari hidupnya untuk menyesuaikan masa pensiunnya. Ia perlu memikirkan dan menentukan kegiatan apa yang bisa bermanfaat bagi masyarakat, seperti:
1. Dalam mengisi masa pensiun anda bisa melakukan kegiatan-kegiatan philantropis (kedermawanan sosial) aktif di lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, lembaga keagamaan, dan organisasi-organisasi sosial lain banyak memerlukan tenaga-tenaga relawan untuk pengabdian ini.
2. Kegiatan-kegiatan profesional. Lembaga-lembaga profesional juga akan dengan hati menyambut mereka yang mau jadi relawan. Di Kanada misalnya, para pensiunan banyak mengabdikan dirinya di luar negeri sesuai dengan profesinya. Saat di Pangkalan Brandan (1978), saya pernah mendapatkan bantuan dari relawan Kanada sebagai guru bahasa Inggris.
3. Kegiatan-kegiatan akademisi. Mereka yang ingin jadi pengajar relawan di perguruan tinggi atau lembaga pendidikan akan disambut dengan baik, demi mewariskan pengalaman kita pada generasi muda. Tapi tentunya, mereka yang ingin berkecimpung sebagai relawan dalam bidang ini harus memiliki persyaratan-persyaratan akademis yang memadai. Seorang profesional (spesialis maupun manajerial) yang ingin pulang ke kampus, semestinya disambut dengan gembira karena para tenaga pengajar di Indonesia umumnya hanya “pengalaman mengajar” sejak diwisuda dan jarang yang berpengalaman di masyarakat/industri.
Bila dijalani dengan kesadaran dan keikhlasan, menjadi relawan sangat mengasyikkan dan menyenangkan. Selain bisa mengamalkan ilmu, kita bisa mengisi sisa hidup ini dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan kitapun bisa bersosialisasi dengan generasi penerus. Ada kepuasan dan kebahagiaan tersendiri kalau menjalankannya penuh dengan kesadaran dan keikhlasan. Banyak hikmah yang dapat dipetik dari bekerja sebagai relawan. Selain itu, bekerja sebagai relawan juga bisa mendatangkan uang atau honor yang lumayan untuk biaya beli bensin (ongkos transport).
Menjadi relawan di lembaga sosial akan menambah ‘jam terbang” kita sebagai penceramah dan nara sumber. Jika yang mengundangnya perusahaan besar, sebagai profesional, tentu saja pengalaman-pengalaman sebagai relawan di LSM/NGO akan menambah bobot kita. Bekerja sebagai relawan saya sering sebut “Beribadah gaya Siti Hajar”, yatitu bekerja atau beribadah di suatu lembaga, tapi rezekinya diperoleh dari tempat lain.
7a SMP Taruna Bakti
(maaf baru copy paste belum pake karangan sendiri
BEKERJA SETELAH PENSIUN
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah [62]:10)
Dalam Islam tidak mengenal istilah pensiun. Yang ada adalah istirahat karena lelah. Manusia selalu dituntut untuk bekerja dan beramal saleh selama hayat masih dikandung badan. Bekerja di sini tidak selalu didefinisikan bekerja di perusahaan atau perkantoran. Artinya walaupun sudah tidak bekerja diperusahaan atau perkantoran, tapi ada pekerjaan lain untuk mengisi waktu hidupnya. Masih banyak alternatif pekerjaan yang bisa dilakukan dan itu masih sangat bermanfaat untuk memulai Karir Kedua.
Mau Bekerja Setelah Pensiun
Banyak pensiunan yang tidak tahu harus bekerja apa setelah pensiun. Poin-poin di bawah ini mungkin berguna untuk membantu membuka wawasan, sehingga para pensiunan tidak lagi bingung dengan apa yang harus dikerjakan setelah pensiun:
1. Umumnya orang merasa tak berguna jika tak ada sesuatu dikerjakan. Perasaan tak berguna ini menimbulkan perasaan ditolak masyarakat, tidak dikehendaki dan kondisi-kondisi ini dapat menimbulkan penyakit-penyakit organis. Karena itu, kenalilah diri sendiri, apa tujuan hidup ini, dan bagaimana menjadi hidup bermakna. Kalau hal itu sudah ditemukan peraasaan tidak berguna menjadi sirna. Hidupnya menjadi tenang, tentram, dan damai. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Barang siapa mengetahui dirinya, maka ia mengetahui Tuhannya,” (HR. Muslim). Karena memang manusia diciptakan untuk beribadah kepada Tuhan.
2. Kalau kita punya hobi keadaan di atas bisa diatasi. Apalagi kita memerlukan penghasilan atau uang, maka hobi tersebut bisa dikomersialkan, menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi atau hobbiology. Tentunya bukan yang dilarang agama.
3. Perhatikan profesi atau pengalaman kerja, mungkin saja pekerjaan itu sesuatu yang masih langka, sehingga setelah pensiun bisa disumbangkan atau masih diperlukan masyarakat. Misalnya, mantan manajer keuangan bisa menjadi konsultan keuangan atau jadi bendahara suatu yayasan.
4. Kalau kita mati bukan saja mewariskan harta untuk keluarga yang ditinggalkan, tapi dapat pula mewariskan ilmu, ketrampilan dan pengalaman kita pada generasi penerus. Selain sebagai warisan yang tak ternilai, juga menjadi “investasi” akhirat. Sebagai mana hadis Rasulullah: “Jika mati anak adam terputuslah segala amalannya, kecuali tiga perkara: amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim)
5. Berhasil atau tidaknya pekerjaan setelah pensiun, sangat tergantung kepada berbagai faktor, antara lain, kategori mana atau usaha apa yang akan dikerjakan, persiapan dan sikap-sikap apa yang telah dimiliki (niat yang sungguh-sungguh) serta hobi apa saja yang telah kita kembangkan, dsb. Pentingnya niat ini diungkapkan dalam hadis Rasulullah: “Sesungguhnya amal-amal perbuatan tergantung niatnya, dan bagi tiap orang apa yang diniatinya. Barang siapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa hijrah untuk meraih kesenangan dunia dan menikahi wanita, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia hijrahi,” (HR. Bukhari).
6. Pada umur 55 tahun manusia punya pengetahuan, pengalaman, serta berkontribusi untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Rasulullah pernah bersabda: “Seorang sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, yang bagaimanakah orang yang baik itu?’ Nabi Saw menjawab, ‘Yang panjang usianya dan baik amal perbuatannya.’ Dia bertanya lagi, ‘Dan yang bagaimanakah orang yang paling buruk (jahat)?’ Nabi Saw menjawab, ‘Adalah orang yang paling panjang usianya dan jelek amal perbuatannya’,” (HR.At-Thabrani dan Abu Nu’aim).
7. Semuanya tergantung keputusan diri kita, apakah: Bekerja untuk orang lain: fulltime atau part time, Bekerja untuk orang/badan lain, apakah dapat bayaran atau sekedar “amal” (relawan), Bekerja untuk diri sendiri.
Empat Pilihan Kerja Bagi Pensiunan
Seorang karyawan atau pegawai perusahaan di Indonesia akan memasuki pensiun ketika berusia 55 tahun atau 48 tahun untuk tamtama ABRI. Usia tersebut sebetulnya masih tergolong muda. Bandingkan dengan di luar negeri yang pensiunnya pada usia 65 tahun. Selain masih muda dan bertenaga, pada usia itu juga banyak karyawan atau pegawai punya anak yang memerlukan biaya. Karena itu, bekerja lagi menjadi sesuatu yang tak bisa ditawar-tawar lagi, “wajib”, untuk memenuhi kebutuhan keluarga, karena penghasilan saat masih aktif akan turun sampai 50%. Bekerja atau menjalani karir kedua saat pensiun, sebetulnya sangat positif baik untuk dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat. Islam sendiri menuntut kita untuk selalu bekerja, berbuat baik, dan beramal saleh di dunia. Tidak mengenal batasan waktu. Karenanya, menganggur itu termasuk perbuatan berdosa. Dalam hadis Rasulullah diungkapkan, “Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan trampil. Barang siapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah azza wajilla,” (HR. Ahmad).
Di bawah ini ada empat pilihan kerja alternatif bagi pensiunan yang ingin memulai karir kedua:
* Bekerja Full time. Kerja full time menjadi pilihan bila keadaan ekonomi atau keuangan Anda kekurangan. Banyak tanggungan yang masih belum lepas harus dipenuhi kebutuhannya, atau karena tak punya hobi atau tidak ada financial planning, dan lain-lain. Sehingga Anda harus kerja keras seperti biasa, full time.
* Bekerja “part time”. Kerja part time menjadi pilihan kalau Anda perlu uang tambahan, penghasilan setelah pensiun lebih rendah dibanding ketika masih aktif, dan anda tidak mau kerja keras seperti waktu masih muda.
* Wiraswasta (self employed). Kalau Anda punya persediaan uang cukup untuk modal usaha, berwirausaha (self employed) menjadi alternatif yang perlu dicoba. Mulai dari usaha untuk “diri sendiri” yang kurang berisiko seperti menjadi konsultan sampai yang membutuhkan modal (investment business), baik dengan modal sendiri maupun pinjaman dari bank. Namun, usaha yang menggunakan modal harus persiapan yang matang, tidak bisa coba-coba dulu. Kecuali coba-coba atau nyambinya waktu masih dalam Karir Pertama. Sebab, pada masa lansia ini agak sulit untuk latihan usaha dengan coba-coba, jadi segalanya harus direncanakan jauh-jauh hari sebelum pensiun.
* Bersenang-senang menikmati masa pensiun. Hal ini kalau Anda termasuk orang yang beruntung. Kondisi keuangannya sangat baik, sehingga tak perlu lagi tambahan penghasilan setelah pensiun. Walau demikian, menikmati masa pensiun tentunya bukan hanya dengan makan dan tidur saja. Sebaiknya tugas “routine” harus ada, apakah kerja sosial karena amal, karena manusia yang baik adalah bermanfaatnya bagi orang lain dan masyarakat.
Bekerja “Full Time” Seperti Waktu Muda
Karena alasan ekonomi ataupun alasan lain, banyak orang yang tetap memutuskan untuk berusaha bekerja full time setelah pensiun. Ini tidak menjadi masalah karena usia pensiun di Indonesia tergolong muda (55 tahun atau kurang), dan pada usia itu masih banyak yang fit. Apalagi untuk profesi-profesi yang betul-betul dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan. Ini jelas saling menguntungkan, baik bagi perusahaan maupun orang yang pensiun. Biasanya perusahaan yang masih tetap mempekerjakan orang yang telah pensiun beralasan:
* Perpanjangan dinas. Alasannya perusahaan belum punya penggantinya (walau sebenarnya ini praktik buruk tidak mendidik) baik dari dalam maupun dari luar. Mereka yang telah pensiun tapi tenaganya masih dibutuhkan biasanya sebagai advisor, specialist atau staff ahli “consultant” dan jabatan aktif (established job).
* Ada juga alasan manajemen, karena merasa “kasihan” . jadi mempekerjakan lagi untuk menolong yang bersangkutan, meskipun penggantinya sudah siap. Ini sebetulnya kurang baik, karena akan menimbulkan frustasi karyawan lain yang menunggu :kosong kursi” tersebut.
* Kerja full time dengan perusahaan atau organisasi lain cukup sulit, karena perusahaan lain menginginkan tenaga muda. Kecuali jika bekerja pada organisasi sosial sebagai relawan (volunteer).
Tapi kadang-kadang ada perusahaan-perusahaan kecil yang akan mendapatkan manfaat jika mempekerjakan pensiunan-pensiunan yang mempunyai keahlian tertentu dan berpengalaman.
Bekerja “Part Time” Sesuatu Yang Ideal
1. Kalau seorang pensiunan memutuskan kerja part time, berarti ia ingin uang, gaji dan penghasilan tambahan, atau ingin waktu yang fleksibel. Tidak ketat seperti masa aktif dulu. Selain itu, karena kondisi sudah menurun, sehingga ingin bekerja agak santai.
2. Kerja part time atau paruh waktu ini bisa diatur waktunya sesuai keinginan kita. Disamping itu, kalau bekerja part time kurang mendapatkan “resistance’ dari karyawan yang ada di dalam, sehingga bisa bekerja lebih tenang.
3. Bila kerja part time dengan perusahaan lama, perusahaan dan pensiunan sama-sama untung, karena sudah saling mengenal. Fasilitas atau lowongan kerja “part time” maupun “full time” kebanyakan merupakan gift (hadiah) pada golongan senior yang, tentu saja, merupakan sumber iri hati bagi yang junior, karena tidak mendapatkan “hadiah” ini.
4. Kerja part time dengan perusahaan lain. Kerja “part time” dengan perusahaan yang baru memang masih jarang, tapi bisa terjadi sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut, yang memerlukan tenaga-tenaga berpengalaman yang hanya sewaktu-waktu saja.
5. Bekerja “full time” itu bisa berbentuk 6 hari kerja atau 40 jam seminggu, maka yang disebut kerja “part time” atau “paruh waktu” bisa dalam bentuk tiga hari penuh dalam seminggu, 6 hari tapi hanya ½ hari kerja atau dalam seminggu hanya 20 jam kerja, 2 hari satu mingu, tiga hari dalam satu minggu, dan lain-lain. Jadi sangat fleksibel sesuai keinginan dan kesepakatan kedua pihak.
Kebetulan saya sendiri pernah menjalani bentuk-bentuk kerja seperti di atas, dan diperpanjang setelah pensiun di perusahaan lama sebagai konsultan di Jakarta, dua hari seminggu. Tiga hari tiap dua minggu sebagai konsultan di Pulau Batam, dua tahun full time sebagai konsultan di Jakarta, dan bentuk lainnya yang disesuaikan.
Jadi Wiraswasta (self employed), Banyak Peluang
a. Pulang kampung, kembali ke desa, dan transmigasi. Dulu banyak pensiunan “pulang kampung” untuk menikmati hari tua yang serba murah, menikmati udara bersih pedesaan. Tapi sering kali menjadi problem, misalnya banyak yang tak kenal lagi atau anak-anak yang tak setuju. Pulang kampung perlu persiapan mental, karena sudah terbiasa tinggal di kota. Namun, dengan adanya sarana seperti listrik dan telekomunikasi?HP bisa memudahkan dalam menjalani kehidupan. Tinggal persiapan-persiapan matang dalam mengatur program “routine”.
Kalau mau usaha agribisnis, apalagi dengan program ekspor non-migas yang kurang dikembangkan, dirangsang, atau dibina oleh Pemerintah Indonesia yang kaya dan punya peluang besar, tentunya pulang kampung, kembali ke desa, seperti Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan, dan Papua menjadi pilihan ideal, karena di sana tanah jauh lebih murah dari kota atau Pulau Jawa yang super padat.
b. Buka small business. Di kota besar banyak berbagai usaha kecil-kecilan yang dilakukan di rumah. Misalnya, katering, maintenance service, accountancy service, terjemahan, dan lain-lain.
c. Buka small industry. Small industry ataupun Home industry sangat dirangsang pemerintah karena berarti membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Berbagai kredit dan penyuluhan biasanya disediakan, tapi ingat apakah kita punya latar belakang hobi atau pengetahuan atas bidang tertentu, sehingga menjadi spesialis. Membuka small industry perlu overview, wawasan ke depan, soal produksi, keuangan, pemasaran, pembelian, dan lain-lain.
d. Jadi konsultan. Konsultan di Indonesia banyak yang diperlukan. Apakah itu bidang “teknikal” atau “manajemen” tapi si calon harus punya keseimbangan antara academic acievements (kemampuan akademis) dan pengalaman praktis.
Calon konsultan bukan “Jack of all trades”. Tapi harus memiliki visi yang luas dan pengetahuan yang mendalam dalam bidang-bidang yang spesialis agar dapat menyelesaikan problem-problem bisnis yang makin rumit.
e. Kalau ingin tahu komoditi non-migas yang baik pasarannya (untuk ekspor), harap konsultasi dengan Departemen Perdagangan, juga kita harus tahu barang impor apa (tentang pangan) yang kita bisa produksi ini sangat banyak dan “memalukan” yang tiap tahun berkembang terus dan makin banyak produk Indonesia yang dibutuhkan di luar negeri.
Bekerja untuk “Amal” Sebagai Relawan
Selain untuk uang, manusia juga bekerja “karena Allah” semata-mata untuk amal dalam mengisi waktu hidupnya. Dengan amalnya tersebut masyarakat bisa mengambil manfaat. Namun, bila seseorang bekerja untuk amal atau sebagai relawan memerlukan “complete reorientation” dari hidupnya untuk menyesuaikan masa pensiunnya. Ia perlu memikirkan dan menentukan kegiatan apa yang bisa bermanfaat bagi masyarakat, seperti:
1. Dalam mengisi masa pensiun anda bisa melakukan kegiatan-kegiatan philantropis (kedermawanan sosial) aktif di lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, lembaga keagamaan, dan organisasi-organisasi sosial lain banyak memerlukan tenaga-tenaga relawan untuk pengabdian ini.
2. Kegiatan-kegiatan profesional. Lembaga-lembaga profesional juga akan dengan hati menyambut mereka yang mau jadi relawan. Di Kanada misalnya, para pensiunan banyak mengabdikan dirinya di luar negeri sesuai dengan profesinya. Saat di Pangkalan Brandan (1978), saya pernah mendapatkan bantuan dari relawan Kanada sebagai guru bahasa Inggris.
3. Kegiatan-kegiatan akademisi. Mereka yang ingin jadi pengajar relawan di perguruan tinggi atau lembaga pendidikan akan disambut dengan baik, demi mewariskan pengalaman kita pada generasi muda. Tapi tentunya, mereka yang ingin berkecimpung sebagai relawan dalam bidang ini harus memiliki persyaratan-persyaratan akademis yang memadai. Seorang profesional (spesialis maupun manajerial) yang ingin pulang ke kampus, semestinya disambut dengan gembira karena para tenaga pengajar di Indonesia umumnya hanya “pengalaman mengajar” sejak diwisuda dan jarang yang berpengalaman di masyarakat/industri.
Bila dijalani dengan kesadaran dan keikhlasan, menjadi relawan sangat mengasyikkan dan menyenangkan. Selain bisa mengamalkan ilmu, kita bisa mengisi sisa hidup ini dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan kitapun bisa bersosialisasi dengan generasi penerus. Ada kepuasan dan kebahagiaan tersendiri kalau menjalankannya penuh dengan kesadaran dan keikhlasan. Banyak hikmah yang dapat dipetik dari bekerja sebagai relawan. Selain itu, bekerja sebagai relawan juga bisa mendatangkan uang atau honor yang lumayan untuk biaya beli bensin (ongkos transport).
Menjadi relawan di lembaga sosial akan menambah ‘jam terbang” kita sebagai penceramah dan nara sumber. Jika yang mengundangnya perusahaan besar, sebagai profesional, tentu saja pengalaman-pengalaman sebagai relawan di LSM/NGO akan menambah bobot kita. Bekerja sebagai relawan saya sering sebut “Beribadah gaya Siti Hajar”, yatitu bekerja atau beribadah di suatu lembaga, tapi rezekinya diperoleh dari tempat lain.
Langganan:
Postingan (Atom)